<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Muliakan Diri Dengan Sunnah</title>
	<atom:link href="http://abualbinjy.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abualbinjy.wordpress.com</link>
	<description>Menghiasi Kehidupan Diatas Manhaj Ahlusunnah Wal Jama'ah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Nov 2009 10:48:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abualbinjy.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8e0318e2a13c839336802f8b457ecbcb?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Muliakan Diri Dengan Sunnah</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bakti Seorang Ulama Buta  Kepada Ibunya</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/11/12/bakti-seorang-ulama-buta-kepada-ibunya/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/11/12/bakti-seorang-ulama-buta-kepada-ibunya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 10:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=459</guid>
		<description><![CDATA[Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak[1] adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini.Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh hafidzahullah telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti,terkhusus di zaman sekarang ini.Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam.Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam beberapa point berikut tanpa perincian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=459&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak<a href="http://www.direktori-islam.com/2009/08/bakti-seorang-ulama-buta-pada-ibundanya/#_ftn1">[1]</a> adalah salah seorang ulama negeri saudi saat ini.Saya ingin menyebutkan kisah betapa berbaktinya Syaikh kami terhadap ibundanya dan Syaikh <em>hafidzahullah</em> telah mencontohkan teladan yang sungguh ajaib dalam berbakti,terkhusus di zaman sekarang ini.Ibunda Syaikh telah wafat sekitar 5 tahun silam.Saya akan menyebutkan beberapa kisah dalam beberapa point berikut tanpa perincian yang luas:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.</strong>Syaikh Abdurrahman Al Barrak <em>hafidzahullah</em> dikenal hanya sedikit pergi haji.Sebabnya adalah tidak adanya persetujuan ibundanya <em>rahimahallah</em>.Beliau mulai berhaji lagi sejak Ibunya lemah ingatannnya dan bercampurnya sebagian hal sehingga menjadi  memberikan izin baginya untuk pergi haji<span id="more-459"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.</strong>Syaikh Al Barrak tidak pergi safar kecuali setelah diberi izin ibundanya.Suatu waktu,terjadi suatu permasalah di kampung halaman beliau di Albakiriyah daerah Al Qosim.Penduduk daerah tersebut meminta Syaikh untuk datang agar membantu menyelesaikan masalah tersebut karena kedudukan Syaikh yang berpengaruh dikalangan mereka.Maka Syaikh menyetujuinya untuk pergi asalkan dengan syarat jika diizinkan Ibunya.Maka sebagian sebagian saudara ibunya berbicara kepada Ibu Syaikh ,dan karena segan maka kemudian diizinkanlah Syaikh Al Barrak.Setelah saudara-saudara Ibunya pergi,maka sang Ibu berkata pada Syaikh Abdurahman bin Nashir Al Barrak :”Saya menyetujuinya karena mereka terus menerus meminta padaku”.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3.</strong>Syaikh Abdurrahman dalam safarnya ke Mekah dalam liburan musim panas tidaklah terputus dari menelepon ibunya. Tidak kurang dari dua kali menelepon ibunya dalam sehari.Bahkan beliau sempat memutuskan  pelajaran yang sedang disampaikan dimana saat itu kami sedang membacakan kitab pada beliau di Masjidil Haram ,Syaikh menelepon ibunya dan kemudian disambung lagi pelajaran saat itu</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4.</strong>Ibunda Syaikh tidaklah terus menerus tinggal bersama Syaikh.Berpindah-pindah,terkadang tinggal di rumah Syaikh namun terkadang di rumah anaknya yang lain (saudara kandung Syaikh).Tatkala tinggal dirumah Syaikh ,maka Syaikh Al Barrak tidak tidur dengan istrinya,tapi tidur bersama Ibunya dikamar Ibunya dengan maksud siap sedia memenuhi segala permintaan Ibunya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5.</strong>Diantara bentuk memenuhi hajat Ibunya,adalah Syaikh Al Barrak senantiasa berdiri menuntun memegangi tangan ibunya,karena Ibunya sudah lambat dalam berjalan.Syaikh mengantar untuk pergi ke kamar mandi sampai ibunya duduk dikursi khusus baginya.Kemudian Syaikh menunggu hingga ibunya menyelesaikan keperluannya di kamar mandi,setelah itu Ibunya diantar lagi ketempat semula.Ini semua dilakukan Syaikh,walaupun ada anak-anak perempuan Syaikh dan istrinya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6.</strong>Diantara bentuk bakti yang lain, Syaikh Abdurrahman Al Barrak <em>hafidzahullah</em> tidak pernah memutus kebiasaan Ibunya.Saya pernah membaca kitab dihadapan beliau disuatu hari dipelataran rumah beliau dipintu masuk khusus laki-laki.Pelajaran yang disampaikan Syaikh di sore hari biasanya tidak terputus kecuali apabila terdengar adzan maghrib.Tatkala menjelang adzan maghrib beliau meminta saya keluar dari rumah.Ini bukanlah kebiasaan Syaikh sebelumnya.Setelah Isya tiba-tiba Syaikh meneleponku di rumah,beliau meminta maaf dari kejadian dihari itu dan memberitahu bahwa dilakukannya hal tersebut karena Ibunya punya kebiasaan berwudhu untuk shalat maghrib di keran air disebelah pintu dimana kami tadi berada.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7.</strong>Syaikh Al Barrak sangat memperhatikan keinginan Ibunya.Adalah kebiasaan Syaikh bermajlis dengan tamu-tamunya hingga adzan tiba kemudian mereka keluar untuk sholat.Namun jika sedang ada ibunya ,maka Syaikh akan berdiri sebelum adzan tiba karena hal ini kesukaan Ibunya yang sholehah</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8.</strong>Tatkala semakin parah sakit yang dialami ibunya,maka Syaikh berusaha mengobatinya,beliau tidur bersamanya serta memberinya makanan dan minuman.Bahkan Syaikh kami ini apabila selesai sholat shubuh dari masjid,beliau menyiapkan minuman ,kemudian memberikannya kepada Ibunya,atau terkadang mendinginkan minuman tersebut untuk ibunya.Semua ini dilakukan beliau dengan keadaan beliau yang buta matanya.Setelah itu beliau kembali ke masjid untuk menyampaikan kajian shubuh</p>
<p style="text-align:justify;">Disarikan dari tulisan Abu Muhammad Al Qohthoni di forum <a href="http://www.ahlalhdeeth.com/">http://www.ahlalhdeeth.com</a> dengan sedikit penambahan</p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.direktori-islam.com/2009/08/bakti-seorang-ulama-buta-pada-ibundanya/#_ftnref1">[1]</a> Usia Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al Barrak<em> hafidzahullah</em> saat ini 78 tahun.Beliau sudah menjadi  yatim sejak balita,yakni saat umur setahun.Diusia 10 tahun beliau terkena penyakit dimatanya sehingga tidak bisa melihat sampai saat ini.Diantara guru beliau yang sangat berpengaruh adalah <em>Al Allamah Asy Syaikh</em> Abdul Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em>, dimana lebih dari 50 tahun belajar dengan beliau <em>rahimahullah.</em>Syaikh Ibn Baz seringkali meminta beliau untuk masuk lembaga fatwa namun ditolaknya.Syaikh bin Baz pun ridho pada Syaikh Al Barrak untuk menggantikannya berfatwa di Darul Ifta di Riyadh di saat musim panas tatkala para mufti pindah tempat ke kota Thaif, Syaikh Nashir Al Barrak ini dengan malu memenuhinya,namun itu dilakukan hanya dua kali,setelah itu ditinggalkannya.Setelah wafat Syaikh Bin Baz, seringkali Syaikh Alu Syaikh mufti sekarang meminta dengan sangat agar beliau menjadi anggota <em>lajnah ifta</em> namun beliau keberatan untuk memutus pelajaran yang biasa beliau sampaikan di masjid.v</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=459&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/11/12/bakti-seorang-ulama-buta-kepada-ibunya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syaikh Al Albani : Ahli Hadits Yang Terdzalimi</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/11/10/syaikh-al-albani-ahli-hadits-yang-terdzalimi/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/11/10/syaikh-al-albani-ahli-hadits-yang-terdzalimi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 10:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bantahan Syubhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sangat minim sekali, bahkan betapa derasnya hujan celaan, penghinaan, kedustaan dan tuduhan pada mereka, baik karena faktor kejahilan, hawa nafsu, fanatik madzhab, cinta popularitas atau mungkin karena semua faktor tersebut!!.[1]
Seperti halnya para ulama Salaf lainnya, Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani tak luput dari serbuan celaan, hinaan dan tuduhan. Beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=456&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dewasa ini kecintaan dan penghormatan terhadap ulama sangat minim sekali, bahkan betapa derasnya hujan celaan, penghinaan, kedustaan dan tuduhan pada mereka, baik karena faktor kejahilan, hawa nafsu, fanatik madzhab, cinta popularitas atau mungkin karena semua faktor tersebut!!.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Seperti halnya para ulama Salaf lainnya, <strong>Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani</strong> tak luput dari serbuan celaan, hinaan dan tuduhan. Beliau sendiri pernah berkata:</p>
<blockquote><p>“Aku banyak dizhalimi oleh orang-orang yang mengaku berilmu, <strong>bahkan sebagian di antara mereka ada yang dianggap bermanhaj Salaf seperti kami</strong>. Namun <em>-kalau memang benar</em><em> demikian-</em> berarti dia termasuk orang yang hatinya terjangkit penyakit hasad dan dengki.”<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn2">[2]</a></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Semua itu tidaklah aneh, karena memang setiap orang yang mengajak manusia kepada al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai pemahaman para Sahabat, pasti mendapatkan resiko dan tantangan dakwah. Alangkah bagusnya perkataan Waraqah bin Naufal kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ قَطُّ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلاَّ عُوْدِيَ</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Tidak ada seorang pun yang </em><em>datang dengan mengemban</em><em> ajaranmu kecuali akan dimusuhi.”<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn3"><strong>[3]</strong></a></em></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi percaya atau tidak, semua celaan dan tuduhan dusta tersebut tidaklah membahayakan dan menggoyang kursi kedudukan Syaikh al-Albani t, bahkan sebalik-nya, sangat membahayakan nasib para pencela beliau sendiri.</p>
<blockquote><p><strong>يَا نَاطِحَ الْجَبَلِ الْعَالِيْ لِيَكْلِمَهُ</strong></p>
<p><strong> </strong><strong>أَشْفِقْ عَلَى الرَّأْسِ لاَ تُشْفِقْ عَلَى الْجَبَلِ</strong></p>
<p><em>Hai orang yang akan menabrak gunung tinggi untuk menghancurkannya</em></p>
<p><em> <strong>Kasihanilah kepala anda</strong>, jangan kasihan pada gunungnya<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn4"><strong>[4]</strong></a>.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, izinkanlah kami untuk memberikan sedikit komentar tentang beberapa omongan  di atas.<span id="more-456"></span></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Al-Albani berpemahaman murji’ah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Tuduhan ini bukanlah suatu hal yang aneh lagi. Terlalu banyak bukti-bukti untuk membantah tuduhan ini, karena Syaikh al-Albani telah menjelaskan secara gamblang aqidah beliau dalam banyak tulisannya yang sangat bersebrangan dengan aqidah murji’ah.</p>
<p style="text-align:justify;">Alangkah bagusnya ucapan beliau tatkala mengatakan: “Demikianlah yang saya tulis semenjak dua puluh tahun silam lamanya dengan membela aqidah salaf Ahli Sunnah wal Jama’ah -segala puji hanya bagi Alloh-. <strong>Namun pada hari ini, bermunculan anak-anak kemarin sore yang jahil seraya menuduh kami dengan pemahaman murji’ah!! Hanya kepada Alloh kita mengadu dari jeleknya perilaku mereka berupa kejahilan dan kesesatan!!”.</strong> <a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn5">[5]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Tuduhan ini juga telah dibantah oleh para ulama Ahli Sunnah wal Jama’ah yang sezaman dengan beliau. <strong>Syaikh Abdul Aziz bin Baz </strong>pernah ditanya tentang tuduhan murji’ah kepada Syaikh al-Albani, lalu beliau menjawab:</p>
<blockquote><p>“<strong>Syaikh Nasiruddin al-Albani</strong> termasuk di antara saudara-suadara kami yang terkenal dari ahli hadits dan ahli sunnah wal Jama’ah. Kita memohon kepada Alloh bagi kita dan beliau taufiq untuk segala kebajikan.</p>
<p>Sewajibnya bagi setiap muslim untuk takut kepada Alloh terhadap para ulama dan tidak berbicara kecuali di atas ilmu”.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga <strong>Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin</strong>, beliau membantah tuduhan ini dengan kata-kata yang indah: <strong> </strong></p>
<blockquote><p><strong>“Barangsiapa menuduh Syaikh al-Albani dengan pemahaman murjiah maka dia telah keliru, mungkin dia tidak mengenal al-Albani atau tidak mengetahui paham irja’!!</strong></p>
<p>Al-Albani adalah seorang ahli Sunnah, pembelanya, imam dalam hadits, kami tidak mengetahui seorangpun yang menandinginya pada zaman ini<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn6">[6]</a>, tetapi sebagian manusia -semoga Alloh mengampuninya- memiliki kedengkian dalam hatinya, sehingga tatkala melihat seorang yang diterima manusia, dia mencelanya seperti perbuatan orang-orang munafiq:</p>
<p><em>(orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya.</em></p>
<p>(QS. at-Taubah [9]: 79)<em> </em></p>
<p>Mereka mencela orang yang bersedekah, baik sedekah dalam jumlah yang banyak maupun sedikit.</p>
<p>Al-Albani yang kami kenal melalui kitab-kitabnya dan duduk bersamanya -kadang-kadang- adalah seorang yang beraqidah salaf, manhajnya bagus, <strong>tetapi sebagian manusia yang ingin mengkafirkan hamba-hamba Alloh dengan hal yang tidak dikafirkan oleh Alloh, lalu dia menuduh orang yang menyelisihi mereka dalam <em>takfir</em> sebagai orang murji’ah secara dusta dan bohong. Oleh karena itu, janganlah kalian mendengarkan tuduhan ini dari siapapun orangnya”.</strong><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn7">[7]</a></p></blockquote>
<blockquote><p>إِذَا قَالَتْ حَذَامِ فَصَدِّقُوْهَا           فَإِنَّ الْقَوْلَ مَا قَالَتْ حَذَامِ</p>
<p><em>Apabila Hadhami berucap maka benarkanlah</em></p>
<p><em>Karena kebenaran pada dirinya.</em></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Al-Albani tidak mengerti fiqih</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada lagi ucapan yang terlontar untuk mencela al-Albani, katanya:</p>
<blockquote><p><strong>Memang al-Albani jago dalam masalah hadits, tetapi masalah fiqih,  beliau miskin!!</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sungguh ini merupakan kejahilan yang amat sangat dan ucapan seperti ini tidak lain kecuali hanya keluar dari mulut orang-orang yang jahil atau dengki<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn8">[8]</a>.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Aduhai, wahai para pencela ulama, apakah engkau lebih mengerti tentang fiqih hadits daripada orang yang engkau cela?! Bercerminlah terlebih dahulu dan simaklah bersamaku kisah berikut yang semoga bisa menjadikan pelajaran berharga bagi kita bersama:</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Al-Khothib al-Baghdadi</strong> menceritakan dari <strong>Abdulloh bin Hasan al-Hisnajani</strong>:</li>
</ul>
<blockquote><p>“Saya pernah di Mesir, saya mendengar seorang hakim mengatakan di Masjid Jami’: “<strong>Ahli hadits adalah orang-orang miskin yang tidak mengerti fiqih</strong>!!”.</p>
<p>Saya -yang saat itu kurang sehat- mendekati hakim tersebut seraya mengatakan: “Para sahabat Nabi berselisih tentang luka pada kaum lelaki dan wanita, lantas apa yang dikatakan Ali bin Thalib, Zaid bin Tsabit  dan Abdulloh bin Mas’ud?”</p>
<p>Hakim tersebut lalu diam seribu bahasa.</p>
<p>Kemudian saya katakan padanya:</p>
<p>“Tadi engkau mengatakan bahwa ahli hadits tidak mengerti fiqih, sedangkan <strong>saya saja orang ahli hadits yang rendah</strong> menanyakan hal ini kepadamu namun <strong>engkau tidak mampu menjawabnya</strong>, lantas bagaimana engkau menuding bahwa ahli hadits tidak mengerti, padahal <strong>engkau sendiri saja tidak mengerti</strong>?!! <a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn9">[9]</a></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sungguh, barangsiapa membaca kitab-kitab al-Albani dengan adil dan inshof maka dia akan mengetahui kedalaman ilmunya dalam bidang fiqih, bacalah <em>Silsilah Ash-shohihah</em>, <em>Ahkamul Janaiz</em>, <em>Sifat Sholat Nabi</em>, <em>Tamamul Minnah</em>, kaset ceramah dan soal jawabnya, dan..dan ..dan lain sebagainya!! Bagaimana beliau bukan seorang yang faqih, padahal dia telah <strong>berkhidmah pada sunnah nabawiyyah lebih dari lima puluh tahun lamannya</strong>!!.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Syaikh al-Albani sendiri pernah ditanya tentang omongan ini, beliau hanya menjawab: “Apakah engkau ingin aku berbicara tentang diriku?!” Terkadang beliau juga menjawab: “Jawaban omongan ini adalah apa yang engkau lihat, bukan apa yang engkau dengar”.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn10">[10]</a></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Ya, jawaban tentang fiqih al-Albani adalah apa yang kita lihat dalam kitab-kitabnya, soal jawabnya, dialognya, dan kaset-kasetnya, bukan apa yang kita dengar dari sebagian kalangan bahwa al-Albani miskin dalam bidang fiqih!!</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Sungguh, tuduhan ini adalah suatu kedzaliman, bagaimana seorang yang sejak <strong>umur dua puluh tahun</strong> mondar-mandir maktabah Zhohiriyyah dan <strong>terus meneliti</strong> kitab-kitab dari berbagai bidang ilmu tanpa henti, setelah itu dikatakan bukan faqih?! Bertaqwalah kepada Alloh wahai pencela ulama!!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Al-Albani tidak tahu fiqhul waqi’ (realita umat)</strong></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong> </strong>Tuduhan ini juga banyak terlontar, seringkali kita membaca ucapan sebagian mereka: “Barangkali saja Syaikh al-Albani saat berfatwa tentang Palestina, sedang tidak membawa buku aqidah salaf!!”.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn11">[11]</a> Dan kata-kata sejenisnya yang bernada melecehkan!! Tuduhan ini bukan hanya Syaikh al-Albani saja yang kena getahnya, para ulama salaf lainnya juga demikian semisal <strong>Syaikh Ibnu Baz</strong>, <strong>Ibnu Utsaimin</strong> dan lain sebagainya<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn12">[12]</a>.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Fiqhul Waqi’</strong> dalam artian mengetahui realita yang terjadi pada umat dan makar-makar musuh terhadap Islam adalah suatu <strong>kewajiban penting</strong> yang harus ditunaikan oleh <strong>sekelompok tertentu</strong> dari para penuntut ilmu yang cerdas guna mengetahui hukum syar’I mengenainya, seperti halnya ilmu-ilmu lainnya, baik ilmu syar’I, sosial, ekonomi, politik dan sebagainya dari ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi manusia guna menuju kejayaan Islam.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn13">[13]</a></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Namun, apa hukumnya fiqhul waqi?!</strong> Hukumnya adalah <strong>fardhu kifayah</strong>, bila ada suatu kelompok kaum muslimin telah menunaikannya maka gugur kewajiban tersebut dari lainnya<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn14">[14]</a>. Oleh karena itu, maka kewajiban bagi kelompok muslim yang menggeluti fiqhul waqi’ untuk bekerjasama bersama para ulama, mereka akan memaparkan permasalahan dengan gambaran yang jelas dan para ulama akan menjelaskan hukumnya berdasarkan al-Qur’an dan hadits, sebab kesempurnaan adalah suatu hal yang sangat jarang dijumpai pada diri seorang, artinya seorang yang <strong>menyibukkan dengan ilmu syar’I</strong> dan dalam waktu yang <strong>bersamaan</strong> dia juga <strong>menyibukkan dengan ilmu fiqhul waqi</strong>‘, ini <strong>jarang sekali terkumpul pada seseorang.</strong></li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Dengan demikian, maka tuduhan sebagian kalangan “Si fulan memang alim, tetapi dia tidak mengerti fiqhul waqi’”. Ini adalah suatu pembagian yang menyelisihi syari’at dan waqi’ (realita)<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn15">[15]</a>. Sebab ungkapan ini seakan-akan mewajibkan kepada para ulama untuk mengilmui juga ilmu sosial, ekonomi, politik, siasat perang, persenjataan dan sebagainya!! Hal ini sulit terbayangkan bisa terkumpul pada seseorang. Oleh karenanya, hendaknya kaum muslimin saling bantu-membantu antara satu dengan yang lainnya.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn16">[16]</a></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Syaikh Abdul Aziz bin Baz</strong> berkata: “Banyak tuduhan kepada sebagian ahli ilmu bahwa mereka tidak mengerti waqi’ (realita) dan program-program kaum munafiq dan sekuler. Hal ini bukanlah suatu aib dan celaan. Dahulu saja, Nabi tidak mengetahui keadaan sebagian orang munafiq padahal beliau adalah tuan manusia dan mereka juga bersama Nabi di Madinah bertahun-tahun lamanya. Nah, kalau demikian apakah tidak boleh kalau ulama tidak mengetahui keadaan kaum munafiqin?!!”.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn17">[17]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Namun harus kita ingat, kita tidak boleh berlebih-lebihan terhadap fiqhul waqi’, dengan menjadikannya sebagai metode bagi para dai dan pemuda dengan anggapan hal itu adalah jalan keselamatan, sungguh ini adalah kesalahan yang nyata<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn18">[18]</a>. Apakah kita ingin agar manusia sibuk dengan berita-berita koran, TV, radio, dan internet yang tidak bisa  keabsahannya tidaak otentik dan melupakan kajian al-Qur’an dan hadits yang sangat jelas keontetikannya?! Alangkah bagusnya ucapan seorang:</p>
<blockquote><p><strong>مُنَايَ مِنَ الدُّنْيَا عُلُوْمٌ أَبُثُّهَا </strong></p>
<p><strong> وَأَنْشُرُهَا فِيْ كُلِّ بَادٍ وَحَاضِرِ</strong></p>
<p><strong>دُعَاءٌ إِلَى الْقُرْآنِ وَ السُّنَنِ الَّتِيْ </strong></p>
<p><strong> تَنَاسَى رِجَالٌ ذِكْرَهَا فِي الْمَحَاضِرِ</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>وَقَدْ أَبْدَلُوْهَا بِالْجَرَائِدِ تَارَةْ </strong></p>
<p><strong> وَتِلْفَازُهُمْ رَأْسُ الشُّرُوْرِ وَالْمَنَاكِرِ</strong></p>
<p><strong>وَبِالرَّادِيُوْ فَلاَ تَنْسَ شَرَّهُ </strong></p>
<p><strong> فَكَمْ ضَاعَ الْوَقْتُ بِهَا مِنْ خَسَائِرِ</strong></p>
<p><em>Cita-citaku di dunia adalah menyebarkan ilmu</em></p>
<p><em>Ke pelosok desa dan kota</em></p>
<p><em>Mengajak menusia kepada al-Qur’an dan Sunnah</em></p>
<p><em>Yang kini banyak dilalaikan manusia.</em><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn19">[19]</a><em> </em></p>
<p><em>Mereka menggantinya dengan koran</em></p>
<p><em>Dan Televisi mereka sumber kerusakan dan kemunkaran</em></p>
<p><em>Dan juga Radio, jangan kamu lupakan kejelekannya</em></p>
<p><em>Betapa banyak waktu hilang sia-sia karenanya.</em><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn20">[20]</a></p>
<p>&nbsp;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, simaklah nasehat <strong>Syaikh al-Albani</strong> tatkala berkata:</p>
<blockquote><p>“Adapun menuding sebagian ulama atau penuntut ilmu bahwa mereka tidak mengerti waqi’ dan tuduhan-tuduhan memalukan lainnya, maka ini adalah kesalahan yang amat nyata, tidak boleh diteruskan, karena hal itu termasuk mengolok-ngolok yang dilarang oleh Nabi dalam banyak haditsnya bahkan diperintahkan untuk sebaliknya yaitu saling mencintai antar sesama”.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn21">[21]</a></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Simak juga nasehat <strong>Syaikh Abdul Aziz bin Baz</strong> tatkala berkata:</p>
<blockquote><p>“Sewajibnya bagi setiap muslim untuk menjaga lidahnya dari ucapan-ucapan yang tidak pantas dan tidak berbicara kecuali di atas ilmu. Menuduh bahwa si fulan tidak mengetahui realita adalah membutuhkan ilmu, dan tidak boleh dikatakan kecuali oleh seorang yang memiliki ilmu. Adapun asal menuduh begitu saja tanpa ilmu maka hal ini merupakan kemungkaran yang besar”.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn22">[22]</a></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Al-Albani dan Fatwa Palesthina</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Fatwa ini sangat bikin heboh. Perhatikan ucapan sebagian mereka: “Sebagian pakar menganggap fatwa al-Albani ini membuktikan bahwa logika yang dipakai al-Albani adalah <strong>logika Yahudi</strong>, bukan logika Islam, karena fatwa ini sangat menguntungkan orang-orang yang berambisi menguasai Palesthina. Mereka menilai fatwa al-Albani ini <strong>menyalahi sunnah</strong>, dan sampai pada tingkatan <strong>pikun</strong>. Bahkan <strong>Dr. Ali al-Fuqayyir</strong>, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Yordania menilai bahwa <strong>fatwa ini keluar dari Syetan</strong>“.<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn23">[23]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjawab masalah ini, maka kami akan menjelaskan duduk permasalahan fatwa Syaikh al-Albani tentang masalah Palesthina ini dalam beberapa point berikut<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn24">[24]</a>:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Hijrah dan jihad terus berlanjut hingga hari kiamat tiba.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Fatwa tersebut tidak diperuntukkan kepada negeri atau bangsa tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Nabi Muhammad sebagai Nabi yang mulia, beliau hijrah dari kota yang mulia, yaitu Mekkah.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Hijrah hukumnya wajib ketika seorang muslim tidak mendapatkan ketetapan dalam tempat tinggalnya yang penuh dengan ujian agama, dia tidak mampu untuk menampakkan hukum-hukum syar’I yang dibebankan Allah kepadanya, bahkan dia khawatir terhadap cobaan yang menimpa dirinya sehingga menjadikannya murtad dari agama.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Inilah <strong>inti fatwa Syaikh al-Albani</strong> yang seringkali <strong>disembunyikan</strong>!!</li>
<li><strong>Imam Nawawi</strong> berkata dalam <em>Roudhatut Tholibin</em> 10/282:</li>
</ul>
<blockquote><p>“Apabila seorang muslim merasa lemah di Negara kafir, dia tidak mampu untuk menampakkan agama Allah, maka haram baginya untuk tinggal di tempat tersebut dan wajib baginya untuk hijrah ke negeri Islam…”.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">5. Apabila seorang muslim menjumpai tempat terdekat dari tempat tinggalnya untuk menjaga dirinya, agamanya dan keluarganya, maka hendaknya dia hijrah ke tempat tersebut tanpa harus ke luar negerinya, karena hal itu lebih mudah baginya untuk kembali ke kampung halaman bila fitnah telah selesai.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Hijrah sebagaimana disyari’atkan dari Negara ke Negara lainnya, demikian juga dari kota ke kota lainnya atau desa ke desa lainnya yang masih dalam negeri.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><strong>Point ini juga banyak dilalaikan</strong> oleh para pendengki tersebut, sehingga mereka berkoar di atas mimbar dan menulis di koran-koran bahwa Syaikh al-Albani memerintahkan penduduk Palesthina untuk keluar darinya!!! Demikian, tanpa perincian dan penjelasan!!!</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">7. Tujuan hijrah adalah untuk mempersiapkan kekuatan untuk melawan musuh-musuh Islam dan mengembalikan hukum Islam seperti sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">8. Semua ini apabila <strong>ada kemampuan</strong>. Apabila seorang muslim tidak mendapati tanah untuk menjaga diri dan agamanya kecuali tanah tempat tinggalnya tersebut, atau ada halangan-halangan yang menyebabkan dia tidak bisa hijrah, atau dia menimbang bahwa tempat yang akan dia hijrah ke sana sama saja, atau dia yakin bahwa keberadaannya di tempatnya lebih aman untuk agama, diri dan keluarganya, atau tidak ada tempat hijrah kecuali ke negeri kafir juga, atau keberadaannya untuk tetap di tempat tinggalnya lebih membawa maslahat yang lebih besar, baik maslahat untuk umat atau untuk mendakwahi musuh dan dia tidak khawatir terhadap agama dan dirinya, maka dalam keadaan seperti ini hendaknya dia tetap tinggal di tempat tinggalnya, semoga dia mendapatkan pahala hijrah.<strong> Imam Nawawi </strong>berkata dalam <em>Roudhah </em>10/282: “<strong>Apabila dia tidak mampu untuk hijrah, maka dia diberi udzur sampai dia mampu</strong>“.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Demikian juga dalam kasus Palesthina secara khusus, Syaikh al-Albani mengatakan: “Apakah di Palesthina ada sebuah desa atau kota yang bisa dijadikan tempat untuk tinggal dan menjaga agama dan aman dari fitnah mereka?! Kalau memang ada, maka hendaknya mereka hijrah ke sana dan tidak keluar dari Palesthina, karena hijrah dalam negeri adalah mampu dan memenuhi tujuan”.</li>
</ul>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Demikianlah perincian Syaikh al-Albani, lantas apakah setelah itu kemudian dikatakan bahwa beliau berfatwa untuk mengosongkan tanah Palesthina atau untuk menguntungkan Yahudi?!! Diamlah wahai para pencela dan pendeki, sesungguhnya kami berlindung kepada Allah dari kejahilan dan kezhaliman kalian!!.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">9. Hendaknya seorang muslim meyakini bahwa menjaga agama dan aqidah lebih utama daripada menjaga jiwa dan tanah.</p>
<p style="text-align:justify;">10. Anggaplah Syaikh al-Albani keliru dalam fatwa ini, apakah kemudian harus dicaci maki dan divonis dengan sembrangan kata?!! Bukankah beliau telah berijtihad dengan ilmu, hujjah dan kaidah?!! Bukankah seorang ulama apabila berijtihad, dia dapat dua pahala dan satu pahala bila dia salah?! Lantas, seperti inikah balasan yang beliau terima?!!</p>
<p style="text-align:justify;">11. Syaikh Zuhair Syawisy mengatakan dalam tulisannya yang dimuat dalam Majalah Al Furqon, edisi 115, hlm. 19 bahwa Syaikh al-Albani telah bersiap-siap untuk melawan Yahudi, hampir saja beliau sampai ke Palesthina, tetapi ada larangan pemerintah untuk para mujahidin”.</p>
<p style="text-align:justify;">Syaikh al-Albani sampai ke Palesthina pada tahun 1948 dan beliau sholat di masjidil Aqsho dan kembali sebagai pembimbing pasukan Saudi yang tersesat di jalan. Lihat kisah selengkapnya dalam bukunya berjudul <em>“Rihlatii Ila Nejed”.</em> (perjalananku ke Nejed).</p>
<p style="text-align:justify;">Kami kira, keterangan singkat di atas cukup untuk membungkat mulut-mulut durhaka dan tulisan-tulisan hina yang menuding dengan sembrangan kata<a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftn25">[25]</a>!! Wallahu A’lam.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/biografi-ustadz-yusuf/"><strong>Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/"><strong>www.abiubaidah.com</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Catatan Kaki:</strong></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref1">[1]</a> Lihat <em>Silsilah ash-Shohihah</em> (I/4 dan II/17) oleh al-Albani.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref2">[2]</a> <em>Silsilah Ahadits adh-Dho’ifah</em> 1/29</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref3">[3]</a> HR. Al-Bukhori (no. 7) dan Muslim (no. 160).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref4">[4]</a> <em>Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi</em> Ibnu Abdil Barr 2/310</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref5">[5]</a> <em>Adz-Dzabbul Ahmad ‘an Musnad Imam Ahmad</em> hal. 32-33</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref6">[6]</a> Apakah setelah pujian ini, kita percaya kepada ucapan para penyusun buku <em>“Membongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU…”</em> hlm. 241 bahwa Syaikh al-Utsaimin menilai al-Albani tidak memiliki pengetahuan agama sama sekali!! Hanya kepada Alloh kita mengadu dari kebutaan dan kejahilan!!!</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref7">[7]</a> Lihat <em>At-Ta’rif wa Tanbi’ah bi Ta’shilatil Imam al-Albani fi Masailil IMan war Radd ‘alal Murjiah </em>hlm. A43-144, <em>Ar-Raddul Burhani,</em> Ali Hasan al-Halabi hal. 72-74 dan <em>Al-Imam Al-Bani wa Mauqifuhu Minal Irja’,</em> Abdul Aziz ar-Rayyis hal. 40-43</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref8">[8]</a> Lihat <em>Manaqib Imam Ahmad bin Hanbal</em> Ibnul Jauzi hal. 67)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref9">[9]</a> <em>Syaraf Ashabil Hadits</em> hal. 142</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref10">[10]</a> <em>Hayah al-Albani</em> 2/502</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref11">[11]</a> Sebagaimana dikatakan oleh penulis artikel “Mengapa Salafi Dimusuhi Umat” dalam Majalah Risalah Mujahidin edisi no. 1/Th. 1, Ramadhan 1427 H/September 2006 M, hlm. 2. Artikel ini telah dibantah oleh Ustadzunal Karim Aunur Rofiq bin Ghufron dalam Majalah al-Furqon edisi 5/Th. VI.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref12">[12]</a> Saya yakin bahwa para ulama yang dituding tidak mengerti waqi’ semisal Syaikh Ibnu Baz, Ibnu Utsaimin, al-Albani dan sebagainya, justru mereka lebih mengerti tentang fiqhul waqi’ daripada para pelontar tuduhan yang <em>ngawur</em> itu!! Barangsiapa membaca siroh perjalanan hidup mereka, maka akan membenarkan ucapan saya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref13">[13]</a> Lihat <em>Sual wa Jawab Haula Fiqhil Waqi’,</em> al-Albani hlm. 34-35.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref14">[14]</a> Alangkah bagusnya ucapan Syaikh Rabi bin Hadi al-Madkholi: “Apabila sebagian kelompok mengaku bahwa mereka mengetahui fiqhul waqi’, lantas mengapa mereka mencela kaum salafiyyin dan mensifati mereka tidak mengerti waqi?! Bukankah kewajiban salafiyyin telah gugur karena adanya sebagian kaum muslimin yang menunaikannya?! (<em>Ahlul Hadits Humut Thoifah al-Manshurah</em> hlm. 92).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref15">[15]</a> Pembagian ulama waqi’ dan ulama syari’at mengingatkan kita kepada pembagian kaum Sufi: Ulama syari’at dan ulama hakekat untuk memisahkan manusia dari para ulama robbaniyyun. Ini adalah salah satu dari sekian banyak dampak negatif dari salaf faham tentang fiqhul waqi. Lihat secara panjang lebar dalam buku <em>Fiqhul Waqi’ Baina Nadhoriyyah wa Tahtbiq</em> hlm. 44-60 karya Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref16">[16]</a> Idem hlm. 39-41</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref17">[17]</a> <em>Wujub Tho’athis Shulthon fi Tho’atir Rohman</em> -secara ringkas-, Muhammad al-’Uraini hlm. 44-45, dari <em>Madarikun Nadhor,</em> Abdul Malik Romadhoni hlm. 199-200</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref18">[18]</a> Idem. hlm. 48 dan 57.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref19">[19]</a> <em>Siyar A’lam Nubala</em> 18/206. Adz-Dzahabi berkomentar: “Syairnya Ibnu Hazm ini sangat indah sekali sebagaimana engkau lihat sendiri”.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref20">[20]</a> <em>Mawarid azh-Zhom’an</em> 3/4, Syaikh Abdul Aziz as-Salman.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref21">[21]</a> <em>Sual wa Jawab Haula Fiqhil Waqi’,</em> al-Albani hlm. 59-60.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref22">[22]</a> <em>Majalah Robithah Alam Islami</em>, edisi 313, dinukil dari <em>Qowa’id fi Ta’amul Ma’a Ulama,</em> Abdur Rahman Mu’alla al-Luwaihiq hal. 108.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref23">[23]</a> <em>Membongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU..</em> hlm. 244.</p>
<p style="text-align:justify;">Faedah: Para penulis buku <em>“Membongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU…”</em> dalam hujatan mereka terhadap al-Albani banyak berpedoman kepada buku <em>“Fatawa Syaikh al-Albani wa Muqoronatuha bi Fatawa Ulama”</em> karya Ukasyah Abdul Mannan, padahal buku ini telah diingkari sendiri oleh Syaikh al-Albani secara keras, sebagaimana diceritakan oleh murid-murid beliau seperti Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi dan Syaikh Salim al-Hilali. (Lihat <em>Fatawa Ulama Akabir</em> Abdul Malik al-Jazairi hlm. 106 dan <em>Shofahat Baidho’ Min Hayati Imamil Al-Albani</em> Syaikh Abu Asma’ hlm. 88). Dengan demikian, jatuhlah nilai hujatan mereka terhadap al-Albani dari akarnya. Alhamdulillah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref24">[24]</a> Lihat <em>As-Salafiyyun wa Qodhiyyatu Falestina</em> hal. 14-37. Lihat pula <em>Silsilah Ahadits ash-Shohihah</em> no. 2857, <em>Madha Yanqimuna Minas Syaikh</em>, Muhammad Ibrahim Syaqroh hlm. 21-24, <em>al-Fashlul Mubin fi Masalatil Hijrah wa Mufaroqotil Musyirikin,</em> Husain al-Awaisyah, Majalah Al-Asholah edisi 7/Th. II, Rabiu Tsani 1414 H.</p>
<p style="text-align:justify;">.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://abiubaidah.com/al-albani-dihujat.html/#_ftnref25">[25]</a> Syaikh al-Albani mengatakan: “Sesungguhnya apa yang ditulis oleh saudara yang mulia Muhammad bin Ibrahim Syaqroh dalam risalah ini berupa fatwa dan ucapanku adalah kesimpulan apa yang saya yakini dalam masalah ini. Barangsiapa yang menukil dariku selain kesimpulan ini, maka dia telah keliru atau pengikut hawa nafsu”.</p>
<p style="text-align:justify;">sumber : www.abiubaidah.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=456&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/11/10/syaikh-al-albani-ahli-hadits-yang-terdzalimi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Seorang Ayah Bertaubat dengan Sebab Anaknya yang Masih Berusia 7 Tahun</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/25/kisah-seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab-anaknya-yang-masih-berusia-7-tahun/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/25/kisah-seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab-anaknya-yang-masih-berusia-7-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 12:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=451</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.
Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=451&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Satu lagi, kisah nyata di zaman ini. Seorang penduduk Madinah berusia 37 tahun, telah menikah, dan mempunyai beberapa orang anak. Ia termasuk orang yang suka lalai, dan sering berbuat dosa besar, jarang menjalankan shalat, kecuali sewaktu-waktu saja, atau karena tidak enak dilihat orang lain.</p>
<p>Penyebabnya, tidak lain karena ia bergaul akrab dengan orang-orang jahat dan para dukun. Tanpa ia sadari, syetan setia menemaninya dalam banyak kesempatan.</p>
<p>Ia bercerita mengisahkan tentang riwayat hidupnya:<span id="more-451"></span></p>
<p>“Saya memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Marwan. Ia bisu dan tuli. Ia dididik ibunya, perempuan shalihah dan kuat imannya.</p>
<p>Suatu hari setelah adzan maghrib saya berada di rumah bersama anak saya, Marwan. Saat saya sedang merencanakan di mana berkumpul bersama teman-teman nanti malam, tiba-tiba, saya dikejutkan oleh anak saya. Marwan mengajak saya bicara dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Mengapa engkau tidak shalat wahai Abi?”</p>
<p>Kemudian ia menunjukkan tangannya ke atas, artinya ia mengatakan bahwa Allah yang di langit melihatmu.</p>
<p>Terkadang, anak saya melihat saya sedang berbuat dosa, maka saya kagum kepadanya yang menakut-nakuti saya dengan ancaman Allah.</p>
<p>Anak saya lalu menangis di depan saya, maka saya berusaha untuk merangkulnya, tapi ia lari dariku.</p>
<p>Tak berapa lama, ia pergi ke kamar mandi untuk berwudhu, meskipun belum sempurna wudhunya, tapi ia belajar dari ibunya yang juga hafal Al-Qur’an. Ia selalu menasihati saya tapi belum juga membawa faidah.</p>
<p>Kemudian Marwan yang bisu dan tuli itu masuk lagi menemui saya dan memberi isyarat agar saya menunggu sebentar… lalu ia shalat maghrib di hadapan saya.</p>
<p>Setelah selesai, ia bangkit dan mengambil mushaf Al-Qur’an, membukanya dengan cepat, dan menunjukkan jarinya ke sebuah ayat (yang artinya):</p>
<p>”Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Allah Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaithan” (Maryam: 45)</p>
<p>Kemudian, ia menangis dengan kerasnya. Saya pun ikut menangis bersamanya. Anak saya ini yang mengusap air mata saya.</p>
<p>Kemudian ia mencium kepala dan tangan saya, setalah itu berbicara kepadaku dengan bahasa isyarat yang artinya, ”Shalatlah wahai ayahku sebelum ayah ditanam dalam kubur dan sebelum datangnya adzab!”</p>
<p>Demi Allah, saat itu saya merasakan suatu ketakutan yang luar biasa. Segera saya nyalakan semua lampu rumah. Anak saya Marwan mengikutiku dari ruangan satu ke ruangan lain sambil memperhatikan saya dengan aneh.</p>
<p>Kemudian, ia berkata kepadaku (dengan bahasa isyarat), ”Tinggalkan urusan lampu, mari kita ke Masjid Besar (Masjid Nabawi).”</p>
<p>Saya katakan kepadanya, ”Biar kita ke masjid dekat rumah saja.”</p>
<p>Tetapi anak saya bersikeras meminta saya mengantarkannya ke Masjid Nabawi.</p>
<p>Akhirnya, saya mengalah kami berangkat ke Masjid Nabawi dalam keadaan takut… Dan Marwan selalu memandang saya.</p>
<p>Kami masuk menuju Raudhah. Saat itu Raudhah penuh dengan manusia, tidak lama datang waktu iqamat untuk shalat isya’, saat itu imam masjid membaca firman Allah (yang artinya),</p>
<p>”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syetan, maka sesungguhnya syetan itu menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan munkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan munkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui” (An-Nuur: 21)</p>
<p>Saya tidak kuat menahan tangis. Marwan yang berada disampingku melihat aku menangis, ia ikut menangis pula. Saat shalat ia mengeluarkan tissue dari sakuku dan mengusap air mataku dengannya.</p>
<p>Selesai shalat, aku masih menangis dan ia terus mengusap air mataku. Sejam lamanya aku duduk, sampai anakku mengatakan kepadaku dengan bahasa isyarat, ”Sudahlah wahai Abi!”</p>
<p>Rupanya ia cemas karena kerasnya tangisanku. Saya katakan, ”Kamu jangan cemas.”</p>
<p>Akhirnya, kami pulang ke rumah. Malam itu begitu istimewa, karena aku merasa baru terlahir kembali ke dunia.</p>
<p>Istri dan anak-anakku menemui kami. Mereka juga menangis, padahal mereka tidak tahu apa yang terjadi.</p>
<p>Marwan berkata tadi Abi pergi shalat di Masjid Nabawi. Istriku senang mendapat berita tersebut dari Marwan yang merupakan buah dari didikannya yang baik.</p>
<p>Saya ceritakan kepadanya apa yang terjadi antara saya dengan Marwan. Saya katakan, “Saya bertanya kepadamu dengan menyebut nama Allah, apakah kamu yang mengajarkannya untuk membuka mushaf Al-Qur’an dan menunjukkannya kepada saya?”</p>
<p>Dia bersumpah dengan nama Allah sebanyak tiga kali bahwa ia tidak mengajarinya. Kemudian ia berkata, “Bersyukurlah kepada Allah atas hidayah ini.”</p>
<p>Malam itu adalah malam yang terindah dalam hidup saya. Sekarang -alhamdulillah- saya selalu shalat berjamaah di masjid dan telah meninggalkan teman-teman yang buruk semuanya. Saya merasakan manisnya iman dan merasakan kebahagiaan dalam hidup, suasana dalam rumah tangga harmonis penuh dengan cinta, dan kasih sayang.</p>
<p>Khususnya kepada Marwan saya sangat cinta kepadanya karena telah berjasa menjadi penyebab saya mendapatkan hidayah Allah.”</p>
<p>( “Da’i Cilik”, Fariq Gasim Anuz, Penerbit: Darul Falah, Jakarta, Indonesia )</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=451&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/25/kisah-seorang-ayah-bertaubat-dengan-sebab-anaknya-yang-masih-berusia-7-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Taubat Paling Mengagumkan Dalam Sejarah</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/16/kisah-taubat-paling-mengagumkan-dalam-sejarah/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/16/kisah-taubat-paling-mengagumkan-dalam-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tazkiyatun Nufus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Zakiy Muhammad, dari Kitab Qishshah wa ‘Ibrah
Imam Muslim dalam Shahihnya (9/69), dan juga para penulis kitab sunnah telah meriwayatkan sebuah kisah taubat yang paling mengagumkan yang diketahui oleh manusia. Pada suatu hari Rasul duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.
Majelis tersebut dipenuhi oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=447&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Oleh: Zakiy Muhammad, dari Kitab Qishshah wa ‘Ibrah</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Muslim dalam Shahihnya (9/69), dan juga para penulis kitab sunnah telah meriwayatkan sebuah kisah taubat yang paling mengagumkan yang diketahui oleh manusia. Pada suatu hari Rasul duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi. Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Wanita tersebut menghadap dengan perlahan, dia berjalan dengan penuh gentar dan takut, dia lemparkan segenap penilaian dan pertimbangan manusia, dia lupakan aib dan keburukan, tidak takut kepada manusia, atau mata manusia dan apa yang akan dikatakan oleh manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia menghadap untuk mencari kematian. Kematian lebih ringan, jika disertai oleh pengampunan dan penghapusan dosa. Menjadi ringan jika setelah kematian tersebut terdapat keridhaan dan penerimaan dari sisi Allah Ta’ala.<span id="more-447"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hingga dia sampai kepada beliau Shalallahu ‘, kemudian dia berdiri di hadapan beliau, dan mengabarkan kepada beliau bahwa dia telah berzina!!<br />
Dia berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang diperbuat oleh Rasulullah Shalallhu ‘alaihi wa sallam?! Apakah beliau meminta persaksian dari para sahabat atas wanita tersebut? Tidak, bahkan memerahlah wajah beliau hingga hampir-hampir meneteskan darah. Kemudian beliau mengarahkan wajah beliau ke arah kanan, dan diam, seakan-akan beliau tidak mendengar sesuatu. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berusaha agar wanita ini mencabut perkataannya, akan tetapi wanita tersebut adalah wanita yang istimewa, wanita yang shalihah, wanita yang keimanannya telah menancap di dalam hatinya. Maka Nabi r bersabda kepadanya: &#8220;Pergilah, hingga engkau melahirkannya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Berlalulah bulan demi bulan, dia mengandung putranya selama 9 bulan, kemudian dia melahirkannya. Maka pada hari pertama nifasnya, diapun datang dengan membawa anaknya yang telah diselimuti kain dan berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina, inilah dia, aku telah melahirkannya, maka sucikanlah aku wahai Rasulullah!&#8221;<br />
Maka Nabipun melihat kepada anak wanita tersebut, sementara hati beliau tercabik-cabik karena merasakan sakit dan sedih, dikarenakan beliau menghidupkan kasih sayang terhadap orang yang berbuat maksiat, rahmat kepada burung, dan menyayangi hewan.<br />
Sebagian ahli ilmu berkata: &#8220;Bahkan beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam, memberikan rahmat hingga kepada orang kafir. Allah Ta’ala berfirman tentang beliau: &#8220;Dan tidakklah aku utus kamu Muhammad, kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta.&#8221; Siapa yang akan menyusui bayi tersebut jika ibunya mati? Siapakah yang akan mengurusi keperluannya jika had (hukuman) ditegakkan atas ibunya? Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Maka wanita itupun pergi ke rumah keluarganya, dia susui anaknya, dan tidaklah bertambah keimanannya di dalam hatinya kecuali keteguhan, seperti teguhnya gunung.<br />
Tahunpun bergulir berganti tahun. Kemudian wanita itu datang dengan membawa anaknya yang sedang memegang roti. Dia berkata: &#8220;Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dia dan keadaannya sungguh sangat menakjubkan! Iman yang bagaimanakah yang membuatnya berbuat demikian. Tiga tahun lebih atau kurang, yang demikian tidaklah menambahnya kecuali kekuatan iman.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengambil anaknya, seakan-akan beliau membelah hati wanita tersebut dari antara kedua lambungnya. Akan tetapi ini adalah perintah Allah, keadilan langit, kebenaran yang dengannya kehidupan akan tegak.</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Siapa yang mengkafil (mengurusi) anak ini, maka dia adalah temanku di sorga seperti ini…&#8221; Kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam (dilempari dengan batu hingga mati).</p>
<p style="text-align:justify;">Maka manusiapun berkumpul, dan merajamnya. Muncratlah darah dari kepala wanita tersebut mengenai Khalid bin Walid, maka diapun mencacinya pada jarak pendengaran Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda kepadanya: &#8220;Tenang wahai Khalid, demi Allah, dia telah bertaubat dengan pertaubatan yang seandainya penarik pajak (pungli) bertaubat dengannya pastilah akan diterima darinya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah riwayat bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar wanita itu dirajam, kemudian beliau menshalatinya. Maka berkatalah Umar Radhiyallahu ‘anhu: &#8220;Anda menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina.&#8221; Maka beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah Ta’ala?&#8221; (HR. Ahmad (40/399))</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya ini adalah rasa takut kepada Allah. Sesungguhnya itu adalah perasaan takut yang terus menerus berada pada diri wanita mukminah tersebut saat dia terjerumus ke dalam jerat-jerat syetan, dia menjawab jerat-jerat tersebut pada saat lemah. Ya, dia telah berbuat dosa, akan tetapi dia berdiri dari dosanya dengan hati yang dipenuhi oleh iman, dan jiwa yang digerakkan oleh panasnya maksiat. Ya, dia telah berdosa, akan tetapi telah berdiri pada hatinya tempat pengagungan terhadap Dzat yang dia bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya ini adalah taubat sejati wahai hamba-hamba Allah. Ya, ini taubat nashuha wahai hamba-hamba Allah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=447&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/16/kisah-taubat-paling-mengagumkan-dalam-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DI Balik Musibah Gempa Bumi</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/16/di-balik-musibah-gempa-bumi/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/16/di-balik-musibah-gempa-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 07:27:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du:
[Gempa Bumi, Di Antara Tanda Kekuasaan Allah][1]
Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah menciptakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=444&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Gempa Bumi, Di Antara Tanda Kekuasaan Allah][1]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah menciptakan berbagai tanda-tanda kekuasaan-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Dia pun menetapkannya untuk menakut-nakuti hamba-Nya. Dengan tanda-tanda tersebut, Allah mengingatkan kewajiban hamba-hamba-Nya, yang menjadi hak Allah ‘azza wa Jalla. Hal ini untuk mengingatkan para hamba dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1453"> </span></p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">وَمَا نُرْسِلُ بِالآيَاتِ إِلا تَخْوِيفًا</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan tidaklah Kami memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.”</em> (Qs. Al-Israa: 59)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala juga berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu.”</em> (Qs. Fushilat: 53)</p>
<p style="text-align:justify;">Allag Ta’ala pun berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Katakanlah (Wahai Muhammad): “Dia (Allah) Maha Berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian, atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebahagian yang lain.”</em> (Qs. Al-An’am: 65)</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Bukhari meriwayatkan di dalam kitab shahihnya, dari Jabir bin ‘Abdillah <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, tatkala turun firman Allah Ta’ala dalam surat Al An’am [قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ], beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a: <em>“Aku berlindung dengan wajah-Mu.”</em> Lalu Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> melanjutkan (membaca) [أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ], beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berdo’a lagi, <em>“Aku berlindung dengan wajah-Mu.”</em> [2]</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan oleh Abu Syaikh Al Ash-bahani, dari Mujahid tentang tafsir surat Al An’am ayat 65 [قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ], beliau mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah halilintar, hujan batu dan angin topan.  Sedangkan firman Allah [أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ], yang dimaksudkan adalah gempa dan tanah longsor.</p>
<p style="text-align:justify;">Jelaslah, bahwa musibah-musibah yang terjadi pada masa-masa ini di berbagai tempat termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah guna menakut-nakuti para hamba-Nya.<span id="more-444"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Musibah Datang Dikarenakan Kesyirikan dan Maksiat yang Diperbuat]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">(Perlu diketahui), semua musibah yang terjadi di alam ini, berupa gempa dan musibah lainnya yang menimbulkan bahaya bagi para hamba serta menimbulkan berbagai macam penderitaan, itu semua disebabkan oleh perbuatan syirik dan maksiat yang diperbuat. Perhatikanlah firman Allah Ta’ala,</p>
<p style="text-align:justify;">وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”</em> (Qs. Asy-Syuura: 30)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala juga berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Nikmat apapun yang kamu terima, maka itu dari Allah, dan bencana apa saja yang menimpamu, maka itu karena (kesalahan) dirimu sendiri.”</em> (Qs. An-Nisaa: 79)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala menceritakan tentang umat-umat terdahulu,</p>
<p style="text-align:justify;">فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”</em> (Qs. Al-Ankabut: 40)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Kembali pada Allah Sebab Terlepas dari Musibah]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, wajib bagi setiap kaum muslimin yang telah dibebani syari’at dan kaum muslimin lainnya, agar bertaubat kepada Allah ‘Azza wa Jalla, konsisten di atas agama, serta menjauhi larangan Allah yaitu kesyirikan dan maksiat. Sehingga dengan demikian, mereka akan selamat dari seluruh bahaya di dunia maupun di akhirat. Allah pun akan menghindarkan dari mereka berbagai adzab, dan menganugrahkan kepada mereka berbagai kebaikan. Perhatikan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.</p>
<p style="text-align:justify;">وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”</em> (Qs. Al-A’raaf: 96)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala pun mengatakan tentang Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani),</p>
<p style="text-align:justify;">وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada mereka dari Rabb-nya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.”</em> (Qs. Al-Maidah: 66)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ, أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ, أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari adzab Allah kecuali orang-orang yang merugi.”</em> (Qs. Al-A’raaf: 97-99)</p>
<p style="text-align:justify;"><a title="nasehat syaikh ibnu baz" href="http://muslim.or.id/nasehat-ulama/nasehat-ulama-di-balik-musibah-gempa-bumi.html"><strong>[Perkataan Para Salaf Ketika Terjadi Gempa]</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;">Al ‘Allaamah Ibnul Qayyim –<em>rahimahullah</em>- mengatakan, “Pada sebagian waktu, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan izin kepada bumi untuk bernafas, lalu terjadilah gempa yang dahsyat. Akhirnya, muncullah rasa takut yang mencekam pada hamba-hamba Allah. Ini semua sebagai peringatan agar mereka bersegera bertaubat, berhenti dari berbuat maksiat, tunduk kepada Allah dan menyesal atas dosa-dosa yang selama ini diperbuat. Sebagian salaf  mengatakan ketika terjadi goncangan yang dahsyat, “Sesungguhnya Allah mencela kalian.” ‘Umar bin Khatthab -<em>radhiyallahu ‘anhu</em>-, pasca gemba di Madinah langsung menyampaikan khutbah dan wejangan. ‘Umar -<em>radhiyallahu ‘anhu</em>- mengatakan, “Jika terjadi gempa lagi, janganlah kalian tinggal di kota ini.” Demikian yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim -<em>rahimahullah</em>-. Para salaf memiliki perkataan yang banyak mengenai kejadian semacam ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Bersegera Bertaubat dan Memohon Ampun pada Allah]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Saat terjadi gempa atau bencana lain seperti gerhana, angin ribut dan banjir, hendaklah setiap orang bersegera bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, merendahkan diri kepada-Nya dan memohon keselamatan dari-Nya, memperbanyak dzikir dan istighfar (memohon ampunan pada Allah). Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ketika terjadi gerhana bersabda, <em>“Jika kalian melihat gerhana, maka bersegeralah berdzikir kepada Allah, memperbanyak do’a dan bacaan istighfar.”</em>[3]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Dianjurkan Memperbanyak Sedekah dan Menolong Fakir Miskin]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pula ketika terjadi musibah semacam itu, dianjurkan untuk menyayangi fakir miskin dan memberi sedekah kepada mereka. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">ارْحَمُوا تُرْحَمُوا</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sayangilah (saudara kalian), maka kalian akan disayangi.”</em>[4]</p>
<p style="text-align:justify;">Juga sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p style="text-align:justify;">الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِى الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh Allah yang berada di atas langit.”</em>[5]</p>
<p style="text-align:justify;">Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ لاَ يَرْحَمُ لاَ يُرْحَمُ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang.”</em>[6]</p>
<p style="text-align:justify;">Diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdul Aziz –<em>rahimahullah</em>- bahwasanya saat terjadi gempa, beliau menulis surat kepada pemerintahan daerah bawahannya agar memperbanyak shadaqah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Yang Mesti Diperintahkan Pemimpin Kaum Muslimin kepada Rakyatnya]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di antara sebab terselamatkan dari berbagai kejelekan adalah hendakanya pemimpin kaum muslimin bersegera memerintahkan pada rakyat bawahannya agar berpegang teguh pada kebenaran, kembali berhukum dengan syari’at Allah, juga hendaklah mereka menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijakasana.”</em> (Qs. At-Taubah: 71)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ, الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar ; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.”</em> (Qs. Al-Hajj : 40-41)</p>
<p style="text-align:justify;">Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p style="text-align:justify;">وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”</em> (Qs. Ath-Thalaaq: 2-3)</p>
<p style="text-align:justify;">Ayat-ayat semacam ini amatlah banyak.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>[Anjuran untuk Menolong Kaum Muslimin yang Tertimpa Musibah]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Barangsiapa menolong saudaranya, maka Allah akan selalu menolongnya.”</em>[7]</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Barangsiapa yang membebaskan satu kesusahan seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan akhirat. Barangsiapa memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, maka Allah akan memudahkan dia di dunia dan akhirat. Barangsiapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”</em>[8] Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shahihnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits-hadits yang mendorong untuk menolong sesama amatlah banyak.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya kepada Allah kita memohon agar memperbaiki kondisi kaum Musimin, memberikan pemahaman agama, menganugrahkan keistiqomahan dalam agama, dan segera bertaubat kepada Allah dari setiap dosa. Semoga Allah memperbaiki kondisi para penguasa kaum Muslimin. Semoga Allah menolong dalam memperjuangkan kebenaran dan menghinakan kebathilan melalui para penguasa tersebut. Semoga Allah membimbing para penguasa tadi untuk menerapkan syari’at Allah bagi para hamba-Nya. Semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum Muslimin dari berbagai cobaan dan jebakan setan. Sesungguhnya Allah Maha Berkuasa untuk hal itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti beliau dengan baik hingga hari pembalasan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia<br />
Ketua Hai-ah Kibaril ‘Ulama’, Penelitian Ilmiah dan Fatwa<br />
‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[9]</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: <em>Majmu’ Fatawa Ibnu Baz</em>, 9/148-152, <em>Majmu’ Fatawa wa Maqolaat Mutanawwi’ah Li Samahah As Syaikh Ibnu Baz</em>, Mawqi’ Al Ifta’ (http://alifta.net)</p>
<p style="text-align:justify;">Panggang, 14 Syawwal 1430 H</p>
<p style="text-align:justify;">***</p>
<p style="text-align:justify;">Penerjemah: Muhammad Abduh Tuasikal<br />
Artikel <a title="nasehat syaikh ibnu baz" href="http://muslim.or.id/nasehat-ulama/nasehat-ulama-di-balik-musibah-gempa-bumi.html">www.muslim.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Footnote:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">[1] Yang mengalami tanda kurung semacam ini “[…]” di awal paragraf adalah tambahan judul dari penerjemah untuk memudahkan pembaca dalam memahami tulisan.</p>
<p style="text-align:justify;">[2] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam <em>Tafsir Al Qur’an</em> no. 4262 dan At Tirmidzi dalam Tafsir Al Qur’an no. 2991</p>
<p style="text-align:justify;">[3] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam <em>Al Jumu’ah</em> no. 999 dan Muslim dalam Al Kusuf no. 1518</p>
<p style="text-align:justify;">[4] Diriwayatkan oleh Ahmad dalam <em>Musnad</em>-nya no. 6255.</p>
<p style="text-align:justify;">[5] Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dalam <em>Al Birr wash Shilah</em> no. 1847.</p>
<p style="text-align:justify;">[6] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam <em>Adabul Mufrod</em> no. 5538 dan At Tirmidzi dalam <em>Al Birr wash Shilah</em> no. 1834.</p>
<p style="text-align:justify;">[7] Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam <em>Al Mazholim</em> dan <em>Al Ghodhob</em> no. 2262 dan Muslim no. 4677 dengan lafazh yang disepakati oleh keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">[8] Diriwayatkan oleh Muslim dalam <em>Adz Dzikr</em>, <em>Ad Du’aa</em> dan <em>At Taubah</em> no. 4867 dan At Tirmidzi dalam <em>Al Birr wash Shilah</em> no. 1853.</p>
<p style="text-align:justify;">[9] Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz lahir pada tahun 1330 H di kota Riyadh. Dulunya beliau memiliki penglihatan. Kemudian beliau tertimpa penyakit pada matanya pada tahun 1346 H dan akhirnya lemahlah penglihatannya. Pada tahun 1350 H, beliau buta total. Beliau telah menghafalkan Al Qur’an sebelum baligh. Beliau sangat perhatian dengan hadits dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ilmu tersebut. Beliau pernah menjabat sebagai Mufti ‘Aam Kerajaan Saudi Arabia dan Ketua Al Lajnah Ad Da-imah Lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ (Komisi Fatwa di Saudi Arabia). Beliau meninggal dunia pada hari Kamis, 27/1/1420 H pada umur 89 tahun. (Sumber: http://alifta.net/Fatawa/MoftyDetails.aspx?ID=2)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=444&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/10/16/di-balik-musibah-gempa-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/28/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/28/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 08:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadits]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[yub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”[1]
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=441&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">yub al-Anshari <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Barangsiapa yang berpuasa (di bulan) Ramadhan, kemudian dia mengikutkannya dengan (puasa sunnah) enam hari di bulan Syawwal, maka (dia akan mendapatkan pahala) seperti puasa setahun penuh.”</em>[1]</p>
<p style="text-align:justify;">Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia agung dari Allah kepada hamba-hamba-Nya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa adanya kesulitan yang berarti[2].</p>
<p style="text-align:justify;">Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini:<span id="more-441"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pahala perbuatan baik akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali, karena puasa Ramadhan ditambah puasa enam hari di bulan Syawwal menjadi tiga puluh enam hari, pahalanya dilipatgandakan sepuluh kali menjadi tiga ratus enam puluh hari, yaitu sama dengan satu tahun penuh (tahun Hijriyah)[3].</p>
<p style="text-align:justify;">Keutamaan ini adalah bagi orang yang telah menyempurnakan puasa Ramadhan sebulan penuh dan telah mengqadha/membayar (utang puasa <a title="puasa syawal" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html">Ramadhan</a>) jika ada, berdasarkan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di atas: “<em>Barangsiapa yang (telah) berpuasa (di bulan) Ramadhan…”</em>, maka bagi yang mempunyai utang puasa Ramadhan diharuskan menunaikan/membayar utang puasanya dulu, kemudian baru berpuasa Syawwal[4].</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, barangsiapa yang berpuasa Syawwal sebelum membayar utang puasa Ramadhan, maka puasanya sah, tinggal kewajibannya membayar utang puasa Ramadhan[5].</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih utama jika puasa enam hari ini dilakukan berturut-turut, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, meskipun dibolehkan tidak berturut-turut.[6]</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih utama jika puasa ini dilakukan segera setelah hari raya Idhul Fithri, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda[7].</p>
<p style="text-align:justify;">Melakukan puasa Syawwal menunjukkan kecintaan seorang muslim kepada ibadah puasa dan bahwa ibadah ini tidak memberatkan dan membosankan, dan ini merupakan pertanda kesempurnaan imannya[8].</p>
<p style="text-align:justify;">Ibadah-ibadah sunnah merupakan penyempurna kekurangan ibadah-ibadah yang wajib, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih[9].</p>
<p style="text-align:justify;">Tanda diterimanya suatu amal ibadah oleh Allah, adalah dengan giat melakukan amal ibadah lain setelahnya[10].</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis: Ustadz Abdullah Taslim, Lc.<br />
Artikel <a title="puasa syawal" href="http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal.html">www.muslim.or.id</a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Footnote:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">[1] HSR Muslim (no. 1164).</p>
<p style="text-align:justify;">[2] Lihat kitab <em>Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab</em> (hal. 157).</p>
<p style="text-align:justify;">[3] Lihat kitab <em>Bahjatun Naazhirin</em> (2/385).</p>
<p style="text-align:justify;">[4] Pendapat ini dikuatkan oleh syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam <em>asy Syarhul Mumti’</em> (3/100), juga syaikh Sulaiman ar-Ruhaili dan para ulama lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">[5] Lihat keterangan syaikh Abdullah al-Fauzan dalam kitab “Ahaadiitsush shiyaam” (hal. 159).</p>
<p style="text-align:justify;">[6] Lihat kitab <em>asy Syarhul Mumti’</em> (3/100) dan <em>Ahaadiitsush Shiyaam</em> (hal. 158).</p>
<p style="text-align:justify;">[7] Lihat kitab <em>Ahaadiitsush Shiyaam, Ahkaamun wa Aadaab</em> (hal. 158).</p>
<p style="text-align:justify;">[8] Ibid (hal. 157).</p>
<p style="text-align:justify;">[9] Ibid (hal. 158).</p>
<p style="text-align:justify;">[10] Ibid (hal. 157).</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=441&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/28/keutamaan-puasa-sunnah-6-hari-di-bulan-syawwal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DOWNLOAD Rekaman Dauroh Ramadhan 1430 H Kota Medan Bersama Ustadz Firanda, Lc</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/08/download-rekaman-dauroh-ramadhan-1430-h-kota-medan-bersama-ustadz-firanda-lc/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/08/download-rekaman-dauroh-ramadhan-1430-h-kota-medan-bersama-ustadz-firanda-lc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 15:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Download]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah rekaman Dauroh Ramadhan 1430 H Kota Medan yang di adakan pada Tanggal 5-6 September 2009 yang lalu yang di sampaikan oleh Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda bin Abidin As Soronji, Lc yang di laksanakan di Masjid Al Mukhlisin Johor, silakan download :
Hari Sabtu, 5 September 2009


Nasehat Bagi Si Kaya dan Si Miskin -materi-
Nasehat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=437&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div style="text-align:justify;">Ini adalah rekaman Dauroh Ramadhan 1430 H Kota Medan yang di adakan pada Tanggal 5-6 September 2009 yang lalu yang di sampaikan oleh Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda bin Abidin As Soronji, Lc yang di laksanakan di Masjid Al Mukhlisin Johor, silakan download :</p>
<p>Hari Sabtu, 5 September 2009<br />
<a href="http://www.4shared.com/file/130802877/d47dab8a/Dauroh_Ramadhan_1430_H_bersama_Ust_Firanda_Nasehat_Si_Kaya_dan_Si_Miskin_-materi-.html"><br />
</a></div>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/130802877/d47dab8a/Dauroh_Ramadhan_1430_H_bersama_Ust_Firanda_Nasehat_Si_Kaya_dan_Si_Miskin_-materi-.html">Nasehat Bagi Si Kaya dan Si Miskin -materi-</a><br />
<a href="http://www.4shared.com/file/131066079/77d03c1b/Dauroh_Ramadhan_1430_H_bersama_Ust_Firanda_Nasehat_Si_Kaya_dan_Si_Miskin_-tanya_jawab-.html">Nasehat Bagi Si Kaya dan Si Miskin -tanya jawab-</a></p>
<p>Hari Minggu, 6 September 2009</p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/131067151/f243dbf9/Dauroh_Ramadhan_1430_H_bersama_Ust_Firanda_Hikmah_Dalam_Berdakwah_-materi-.html">Hikmah Dalam Berdakwah -materi-</a><br />
<a href="http://www.4shared.com/file/131074366/6b5b4fa9/Dauroh_Ramadhan_1430_H_bersama_Ust_Firanda_Hikmah_Dalam_Berdakwah_-tanya_jawab-.html">Hikmah Dalam Berdakwah -tanya jawab-</a></p>
<p><a href="http://www.4shared.com/file/131074966/66ccca7f/Dauroh_Ramadhan_1430_H_bersama_Ust_Firanda_Faedah_Keikhlasan_-materi-.html">Faedah Keikhlasan -materi-</a><br />
<a href="http://www.4shared.com/file/131076027/d07fcce9/Dauroh_Ramadhan_1430_H_bersama_Ust_Firanda_Faedah_Keikhlasan_-tanya_jawab-.html">Faedah Keikhlasan -tanya jawab-</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=437&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/08/download-rekaman-dauroh-ramadhan-1430-h-kota-medan-bersama-ustadz-firanda-lc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadirilah&#8230;!!! DAUROH RAMADHAN 1430 H KOTA MEDAN&#8230;.!!!!</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/04/hadirilah-dauroh-ramadhan-1430-h-kota-medan/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/04/hadirilah-dauroh-ramadhan-1430-h-kota-medan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 08:25:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Assalaamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&#8230;.
Ikhwani Fiddin&#8230;.
Hadirilah bersamai-ramai DAUROH RAMADHAN 1430 H Kota Medan yang insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu dan Minggu 
Tanggal : 5 September &#8211; 6 September 2009
Tempat : Masjid Al Mukhlisin 
Alamat : Jln. Karya Jaya Gang. Eka Wali Pribadi Gedung Johor Medan
Pemateri : Ustadz Abu Abdil Muhsin FIRANDA bin Abidin As [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=433&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Assalaamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Ikhwani Fiddin&#8230;.</strong></p>
<p><strong>Hadirilah bersamai-ramai DAUROH RAMADHAN 1430 H Kota Medan yang insya Allah akan dilaksanakan pada :</strong></p>
<p><strong>Hari : Sabtu dan Minggu </strong></p>
<p><strong>Tanggal : 5 September &#8211; 6 September 2009</strong></p>
<p><strong>Tempat : Masjid Al Mukhlisin </strong></p>
<p><strong>Alamat : Jln. Karya Jaya Gang. Eka Wali Pribadi Gedung Johor Medan</strong></p>
<p><strong>Pemateri : Ustadz Abu Abdil Muhsin FIRANDA bin Abidin As Soronji, Lc</strong></p>
<p><strong></p>
<p></strong></p>
<p><strong>Materi : </strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Sabtu, 5 September 2009 </strong></p>
<p><strong>Pukul 09.00-12.00 wib &#8220;FIQIH RAMADHAN&#8221;</strong></p>
<p><strong>Pukul 20.30-22.00 wib &#8220;SEPATAH KATA NASEHAT&#8230;&#8221;</strong></p>
<p><strong></p>
<p></strong></p>
<p><strong>Minggu, 6 September 2009</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Pukul 09.00-12.00 wib &#8220;HIKMAH DALAM BERDAKWAH&#8221;</strong></p>
<p><strong>Pukul 16.00-18.00 wib &#8220;NASEHAT BAGI SI KAYA DAN SI MISKIN&#8221;</strong></p>
<p>Penyelenggara : Yayasan Minhajus Sunnah Medan</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=433&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/09/04/hadirilah-dauroh-ramadhan-1430-h-kota-medan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Tinggalkan Makan Sahur</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/08/29/jangan-tinggalkan-makan-sahur/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/08/29/jangan-tinggalkan-makan-sahur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 04:54:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Al Ustadz Abu Ihsan Al Atsari
Makan sahur merupakan syiar ibadah shaum kaum  muslimin yang membedakannya dengan shaum Ahli Kitab. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan kepada umatnya agar tidak meninggalkan makan sahur meski hanya dengan seteguk air. Disamping dapat membantu agar  kondisi tubuh tetap prima dalam menjalankan ibadah shaum, banyak lagi keutamaan makan sahur ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=430&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Oleh Al Ustadz Abu Ihsan Al Atsari</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Makan sahur merupakan syiar ibadah shaum kaum  muslimin yang membedakannya dengan shaum Ahli Kitab. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> berpesan kepada umatnya agar tidak meninggalkan makan sahur meski hanya dengan seteguk air. Disamping dapat membantu agar  kondisi tubuh tetap prima dalam menjalankan ibadah shaum, banyak lagi keutamaan makan sahur ini, di antaranya ialah:<span id="more-430"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Makan sahur adalah berkah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sesungguhnya makan sahur itu adalah berkah yang Allah berikan untukmu, maka janganlah engkau meninggalkannya.”</em> [HR. An-Nasaa’I (IV/1445) dan Ahmad (V/270)]<span id="more-2802"> </span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang makan sahur</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Shalawat Allah atas orang-orang yang makan sahur adalah pujian-Nya kepada mereka, dan shalawat malaikat adalah doa dan istighfar malaikat untuk mereka. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Sahur merupakan makanan yang penuh berkah maka janganlah meninggalkannya meskipun hanya dengan meminum seteguk air. Karena sesunguhnya Allah Azza wa Jalla dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang makan sahur.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu wahai saudaraku, jangan lewatkan pahala yang sangat besar ini. Betapa mudah sunnah nabi ini! Coba bayangkan hanya dengan seteguk air engkau sudah mendapat berkah, shalawat dari Allah dan para malaikat-Nya serta pahala yang sangat besar. Maka sungguh kelewatan bila engkau meninggalkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari perbedaan pendapat di antara alim ulama tentang hukum makan sahur ini namun yang jelas Rasulullah telah memerintahkannya, melarang meninggalkannya dan menjadikannya sebagi pemisah antara shaum kaum muslimin dengan shaum Ahli Kitab. Itu semua merupakan indikasi betapa ditekankannya makan sahur ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sunnah-sunnah Nabi Saat Makan Sahur</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Dianjurkan agar bersahur dengan memakan kurma</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Itulah seutama-utama makanan sahur bagi orang mukmin. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Makanan sahur yang paling baik bagi orang mukmin adalah kurma.”</em> [HR. Abu Dawud (II/303)]</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Kalau tidak ada kurma ataupun makanan lainnya yang tersedia maka cukup dengan meminum seteguk air</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana disebutkan dalam hadits terdahulu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Jangan mubadzir dan berlebih-lebihan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Allah berfirman (yang artinya):</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.</em>” {QS. Al-A’raa’: 31)</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian kaum muslimin menyediakan makanan yang beraneka ragam hanya untuk makan sahur. Kadangkala makanan itu busuk dan terbuang percuma. Sikap seperti ini termasuk mubadzir yang tidak terpuji. Ingatlah selalu ancaman Allah terhadap orang-orang yang boros dan mubadzir (yang artinya):</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan dan syaithan itu adalah sangat ingkar kepada Rabb-nya.”</em> (QS. Al-Israa’: 26-27)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Dianjurkan agar mengakhirkan waktu sahur</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah tuntunan sunnah nabi. Rasulullah selalu mengakhirkan waktu sahurnyahingga mendekat waktu terbit fajar, jarak antara selesai makan sahurdengan shalat Fajar sekitar bacaan lima puluh ayat dengan bacaan yang sedang. Zaid bin Tsabit <em>radhiyallahu ‘anhu</em> menceritakan bahwa ia pernah makan sahur bersama Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, Anas bin Malik bertanya kepadanya: “Berapa jarak antara adzan fajar dengan makan sahur?” Beliau menjawab: “<em>Jaraknya sekitar bacaan lima puluh ayat.”</em> (Muttafaqun ‘Alaihi)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">[Disalin dari buku <em>Renungan Ramadhan</em> karya Abu Ihsan Al Atsari, hal 44-50, Pustaka At Tibyan, Cetakan kelima, Juli 2009]</p>
<p style="text-align:justify;">Diupload kembali oleh <a href="http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/08/29/jangan-tinggalkan-makan-sahur/www.salafiyunpad.wordpress.com">www.salafiyunpad.wordpress.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/430/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/430/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/430/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=430&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/08/29/jangan-tinggalkan-makan-sahur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa Dibalik Isbal&#8230;.?</title>
		<link>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/08/29/ada-apa-dibalik-isbal/</link>
		<comments>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/08/29/ada-apa-dibalik-isbal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 04:50:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abualbinjy</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abualbinjy.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Oleh  Ustadz Abu Abdillah ad-Dariny
الحمد لله وكفى, والصلاة والسلام على رسوله المصطفى, وعلى آله وصحبه ومن اهتدى, أمابعد
1.    عن أبي ذر عن النبي صلى الله عليه وسلم  قال: ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم. قال فقرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم  ثلاث مرارا. قال أبو ذر: خابوا وخسروا [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=427&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><strong>Oleh  Ustadz Abu Abdillah ad-Dariny</strong></p>
<p style="text-align:justify;">الحمد لله وكفى, والصلاة والسلام على رسوله المصطفى, وعلى آله وصحبه ومن اهتدى, أمابعد</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>1.    عن أبي ذر عن النبي صلى الله عليه وسلم  قال: ثلاثة <span style="text-decoration:underline;">لا يكلمهم الله يوم القيامة ولا ينظر إليهم ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم</span>. قال فقرأها رسول الله صلى الله عليه وسلم  ثلاث مرارا. قال أبو ذر: خابوا وخسروا من هم يا رسول الله؟ قال: المسبل والمنان والمنفق سلعته بالحلف الكاذب  (رواه مسلم)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Dzar, dari Nabi <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> bersabda: “Ada tiga golongan, -yang pada hari kiamat nanti- Alloh  tidak bicara dengan mereka, tidak melihat mereka, tidak membersihkan (dosa) mereka dan bagi mereka siksa yang pedih”. Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> mengulangi sabdanya itu tiga kali. Abu dzar mengatakan: “Sungguh celaka dan merugilah mereka! wahai Rasulullah, siapakah mereka?”. Beliau menjawab: “<strong>Orang yang isbal</strong>, orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>2.     عن</strong> <strong>محمد بن عقيل سمعت ابن عمر يقول: كساني رسول الله صلى الله عليه وسلم قبطية،  وكسا أسامة حلة سيراء. قال: فنظر فرآني قد أسبلت فجاء فأخذ بمنكبي, وقال: يا ابن عمر! <span style="text-decoration:underline;">كل شيء مس الأرض من الثياب ففي النار</span>. قال: فرأيت ابن عمر يتزر إلى نصف الساق (رواه أحمد وقال الأرناؤوط: صحيح لغيره وهذا إسناد حسن)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari muhammad bin ‘aqil aku mendengar ibnu umar bercerita: Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> pernah memberiku baju <em>qibtiyah</em><a href="http://addariny.wordpress.com/wp-admin/#_ftn1">[1]</a> dan memberikan kepada usamah baju <em>hullah siyaro</em><a href="http://addariny.wordpress.com/wp-admin/#_ftn2">[2]</a>. Ibnu Umar mengatakan: ketika Nabi <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em>melihatku isbal beliau datang dan memegang pundakku seraya berkata: “Wahai Ibnu Umar! semua pakaian yang menyentuh tanah, (nantinya) di neraka”. Ibnu Aqil berkata: “Dan aku melihat Ibnu Umar memakai sarungnya hingga pertengahan betis” (HR. Ahmad dan al-Arnauth mengatakan: shohih lighoirihi sedang ini adalah sanad yang hasan)<span id="more-427"></span></p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>3.    عن عبد الرحمن بن يعقوب قال: سألت أبا سعيد الخدري عن الإزار, فقال: على الخبير سقطت! قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:  إزرة المسلم إلى نصف الساق ولا حرج أو لا جناح فيما بينه وبين الكعبين, <span style="text-decoration:underline;">ما كان أسفل من الكعبين فهو في النار</span>, من جر إزاره بطرا لم ينظر الله إليه. (رواه أبو داود وقال الألباني صحيح)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abdur Rahman bin Ya’qub berkata: aku pernah bertanya kepada Abu Sa’id al-Khudry tentang sarung, maka dia menjawab: “Kamu menepati orang yang tahu betul masalah ini! Rasulullah -<em>shollallohu alaihi wasallam- </em>bersabda: ‘Sarung seorang muslim adalah sebatas pertengahan betis, dan tidak mengapa sarung yang berada antara batas tersebut hingga mata kaki. Adapun yang lebih rendah dari mata kaki, ia di neraka, dan barangsiapa yang menyeret sarungnya karena takabur, maka Allah tidak melihat kepadanya (pada hari kiamat)”. (HR. Abu Dawud, dan Albany mengatakan: shohih)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>4.    عن عبد الله بن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: الإسبال في الإزار والقميص والعمامة, من جر منها شيئا خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة. (رواه أبو داود وغيره وقال الألباني صحيح)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abdullah bin Umar dari Nabi <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> bersabda: “Isbal bisa terdapat pada sarung, baju ataupun sorban. Barangsiapa menyeret salah satu darinya karena sombong, maka Allah tidak akan melihat kepadanya pada hari kiamat” (HR. Abu Dawud dan yang lainnya, Albany menghukumi shohih)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>5.    عن المغيرة بن شعبة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا سفيان بن سهل! لا تسبل, <span style="text-decoration:underline;">فإن الله لا يحب المسبلين!</span> (رواه ابن ماجه وصححه الألباني)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Mughiroh bin Syu’bah berkata: Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em>bersabda: “Wahai Sufyan bin Sahl, janganlah kamu isbal! Karena sesungguhnya Allah tidak suka terhadap mereka yang isbal” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Albany)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>6.    عن أبي جري جابر بن سليم الهجيمي قال له رسول الله صلى الله عليه وسلم: ارفع إزارك إلى نصف الساق, فإن أبيت فإلى الكعبين. وإياك وإسبال الإزار, فإنها من المخيلة, و<span style="text-decoration:underline;">إن الله لا يحب المخيلة</span>. (رواه أبو داود وغيره  وصححه الألباني)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Jari Jabir bin Sulaim al-Hujaimy bahwa Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> menasehatinya: “Angkatlah sarungmu sampai batas tengah betis! tapi jika engkau tidak berkenan maka hingga batas mata kaki. Dan janganlah sekali-kali meng-isbal-kan sarungmu! karena isbal adalah termasuk perbuatan sombong, dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong. (HR. Abu Dawud dan yang lainnya, dishohihkan oleh Albany)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>7.    عن جبير بن مطعم : أنه كان جالسا مع ابن عمر, إذا مر فتى شاب عليه حلة صنعانية يجرها مسبل قال : يا فتى هلم! قال له الفتى : ما حاجتك يا أبا عبد الرحمن؟ قال : ويحك أتحب أن ينظر الله إليك يوم القيامة؟ قال: سبحان الله وما يمنعني أن لا أحب ذلك؟ قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : لا ينظر الله إلى عبد يوم القيامة يجر إزاره خيلاء. قال : فلم ير ذلك الشاب إلا مشمّرا حتى مات بعد ذلك اليوم. (قال الألباني: رواه البيهقي بسند صحيح)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Jubair bin Muth’im mengisahkan: dia pernah duduk bersama Ibnu Umar. Ketika ada seorang pemuda yang musbil berjalan dengan baju <em>hullah shon’aniyah</em> yang diseret, Ibnu Umar berkata: “Wahai pemuda, kemarilah!” Pemuda tersebut menimpali: “Apa yang engkau inginkan, wahai Abu Abdirrohman?” (Ibnu Umar) menjawab: “Celakalah kamu! Tidak senangkah kamu seandainya Allah melihat kepadamu pada hari kiamat?” Pemuda itu menimpali: “Subhanallah, adakah yang menghalangiku sehingga aku tidak senang kepadanya?” Ibnu Umar berkata: Aku telah mendengar Rosulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan melihat kepada hamba yang menyeret sarungnya karena sombong”. Jubair bin Muth’im mengatakan: “Setelah hari itu, pemuda tersebut tidak pernah terlihat, kecuali ia mengangkat pakaiannya hingga pertengahan betisnya hingga ia meninggal”. (Albany mengatakan: diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad yang shahih)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>8.    عن عمرو بن فلان الأنصاري قال : بينا هو يمشي وقد أسبل إزاره إذ لحقه رسول الله صلى الله عليه وسلم وقد أخذ بناصية نفسه وهو يقول : ” اللهم عبدك وابن عبدك ابن أمتك ” قال عمرو : فقلت : يا رسول الله إني رجل حمش (دقيق) الساقين فقال : ” يا عمرو إن الله عز و جل قد أحسن كل شيء خلقه يا عمرو ” وضرب رسول الله صلى الله عليه و سلم بأربع أصابع من كفه اليمنى تحت ركبة عمرو فقال : ” يا عمرو هذا موضع الإزار ” . ثم رفعها ثم ضرب بأربع أصابع تحت الموضع الأول ثم قال : ” يا عمرو هذا موضع الإزار ” . ثم رفعها ثم وضعها تحت الثانية فقال : ” يا عمرو هذا موضع الإزار ” (رواه أحمد وصححه الألباني والأرناؤوط)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Amr bin Fulan al-Anshory mengisahkan tentang dirinya: ketika ia berjalan dengan meng-isbal-kan sarungnya, tiba-tiba Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> menghampirinya, dan beliau telah meletakkan tanganya pada permulaan kepala beliau seraya berkata: “Ya allah (lihatlah) hambamu, putra hamba laki-lakiMu dan putra hamba perempuanMu!”. ‘Amr beralasan: “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku seorang yang betisnya kurus kering”. Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em>menimpali: “wahai ‘Amr, sesungguhnya Allah <em>ta’ala</em> telah menjadikan baik seluruh ciptaannya!</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em> meletakkan empat jari dari telapak kanannya tepat di bawah betisnya ‘Amr, seraya berkata: “Wahai ‘Amr inilah tempatnya sarung”</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian beliau mengangkat empat jarinya, dan meletakkannya kembali di bawah tempat yang pertama, seraya berkata: “wahai ‘Amr inilah tempatnya sarung”</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian beliau mengangkat empat jarinya lagi, dan meletakkannya kembali di bawah tempat yang kedua, seraya berkata: “wahai ‘Amr inilah tempatnya sarung” (HR. Ahmad dan dishohihkan oleh Albany dan al-Arnauth)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>9.    عن حذيفة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : موضع الإزار إلى أنصاف الساقين و العضلة ، فإذا أبيت فمن وراء الساقين ، و لا حق للكعبين في الإزار. (رواه أحمد والنسائي وصححه الألباني)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Hudzaifah berkata: Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> bersabda: “Tempat sarung adalah sampai pertengahan dua betis dan pada tonjolan dagingnya, tetapi jika kamu tidak menghendakinya maka (boleh) di bawah dua betis, dan tidak ada hak bagi mata kaki (tertutupi) sarung. (HR. Ahmad dan Nasa’i, dishohihkan oleh Albany­)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="rtl"><strong>10.      عن زيد بن أسلم: كان ابن عمر يحدث أن النبي صلى الله عليه وسلم رآه وعليه إزار يتقعقع يعني جديدا, فقال: من هذا؟ فقلت: أنا عبد الله. فقال: إن كنت عبد الله فارفع إزارك! قال: فرفعته. قال: زد! قال: فرفعته حتى بلغ نصف الساق. قال: ثم التفت إلى أبي بكر فقال: من جر ثوبه من الخيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة. فقال أبو بكر: إنه يسترخي [أحد شقي] إزاري أحيانا [إلا أن أتعاهد ذلك منه]. فقال النبي صلى الله عليه وسلم: لست منهم (رواه أحمد والبخاري)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Zaid bin Aslam, Ibnu Umar pernah bercerita: Suatu ketika Nabi <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> melihatnya sedang memakai sarung baru. Beliau<em> </em>bertanya: “Siapakah ini?” Aku menjawab: “Aku Abdullah (Ibnu Umar)”. Kemudian Nabi <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em>berkata: ”Jika benar kamu Abdullah, maka angkatlah sarungmu!”. (Ibnu Umar) mengatakan: “Aku pun langsung mengangkatnya”. (Nabi) berkata lagi: “Tambah (angkat lagi)!” (Ibnu Umar) mengatakan:  “Maka aku pun mengangkatnya hingga sampai pertengahan betis”. Kemudian Nabi <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> menoleh ke Abu Bakar, seraya mengatakan: “Barangsiapa menyeret pakaiannya karena sombong, maka Allah tidak melihat kepadanya pada hari kiamat”. Mendengar hal itu, kemudian Abu Bakar bertanya: “Sungguh salah satu dari sisi sarungku terkadang terjulur, akan tetapi aku selalu menjaganya agar ia tak terjulur”. Maka Nabi <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em>menimpali: “Kamu bukanlah termasuk dari mereka” (HR. Ahmad dan Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BANYAK SEKALI PELAJARAN YANG DAPAT KITA PETIK DARI HADITS-HADITS INI,<span style="text-decoration:underline;"> </span>diantaranya:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Pada hadits-hadits tersebut di atas jelas sekali menggambarkan larangan keras bagi mereka yang ber-isbal. Terlebih-lebih bagi mereka yang telah mengetahui adanya larangan dalam hal ini, kemudian masih saja melanggarnya. Semoga ilmu kita menjadi hujjah untuk kita bukan malah menjadi bumerang bagi kita.</li>
<li>Kita perhatikan hadits tentang larangan isbal diriwayatkan dari banyak sahabat nabi, diantaranya adalah yang kami sebutkan di atas (tujuh sahabat): Ibnu Umar, Abu Dzar, Abu Sa’id al-Khudry, al-Mughiroh bin Syu’bah, Jabir bin Sulaim al-Hujaimy, ‘Amr bin Fulan al-Anshori dan Khudzaifah -rodhiallahu ‘anhum ajma’in-. Ini menunjukkan betapa besar perhatian Rasulullah r dalam masalah ini dan bahayanya perbuatan isbal ini.</li>
<li>Dari hadits-hadits yang telah lalu <strong>terkumpul banyak ancaman hukuman bagi mereka yang isbal</strong>, padahal satu saja dari banyak ancaman hukuman tersebut sebenarnya telah cukup untuk mencegah insan yang beriman (akan kepedihan siksa-Nya) agar tidak terjerumus dalam perbuatan isbal ini. Diantara ancaman-ancaman hukuman tersebut adalah:
<ul>
<li>Allah tidak mengajak bicara dengannya pada hari kiamat. (lihat hadits pertama)</li>
<li>Allah tidak melihatnya pada hari kiamat. (lihat hadits pertama)</li>
<li>Allah tidak membersihkan (dosa)nya pada hari kiamat. (lihat hadits pertama)</li>
<li>Baginya siksa yang pedih dari Allah dzat yang paling pedih siksanya. (lihat hadits pertama)</li>
<li>Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap orang yang musbil. (lihat hadits ke-5)</li>
<li>Sesungguhnya Allah tidak suka terhadap perbuatan menyombongkan diri. (lihat hadits 6)</li>
<li>Semakin bertambah panjang isbalnya semakin bertambah pula dosanya. (lihat hadits ke-3)</li>
</ul>
</li>
<li>Bahwa perbuatan isbal tidak hanya terbatas pada sarung, tetapi juga berlaku pada segala jenis pakaian sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> (lihat hadits ke-4). Sedangkan penyebutan kata “sarung” dalam banyak lafal hadits adalah disebabkan karena sarung merupakan pakaian kebanyakan orang pada masa itu, sebagaimana keterangan <em>amirul mukminin fil hadits</em> Ibnu Hajar al-‘asqolany dan yang lainnya (lihat Fathul Bari, jilid 13, hal 264, syarah hadits no: 5791).</li>
<li>Dapat disimpulkan bahwa sarung (atau pakaian lainnya) memiliki 4 tempat:
<ul>
<li>Tepat di pertengahan betis. Inilah tempat paling afdhol (utama), sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em>. (lihat hadits 3, 6, 8, 9)</li>
<li>Di bawah pertengahan betis hingga mata kaki. Ini merupakan tempat diperbolehkannya kita menjulurkan sarung, sebagaimana sabda Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> pada hadits ke-3: (ولا حرج أو لا جناح فيما بينه وبين الكعبين)</li>
<li>Berada tepat di mata kaki. Mulai batas ini kita dilarang menjulurkan sarung kita, sebagaimana sabda Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> pada hadits ke-9: (لاحق للكعبين في الإزار)</li>
<li>Di bawah mata kaki. Tidak diragukan lagi tempat yang terakhir ini adalah tempat paling jelas hukumnya, semakin bertambah juluran isbalnya semakin bertambah pula dosanya.</li>
</ul>
</li>
<li>Letak pertengahan betis adalah sebagaimana diterangkan oleh Rasul <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> pada hadits ke-8, yaitu kira-kira empat jari di bawah lutut.</li>
<li>Orang yang musbil (sebagaimana kita pahami dari hadits ke-3) terbagi menjadi dua:
<ul>
<li>Orang yang musbil disertai dengan rasa sombong. Para ulama mengatakan bahwa isbal yang disertai rasa sombong adalah termasuk dosa besar, karena adanya ancaman hukuman khusus bagi mereka, sebagaimana sabda Rasulullah r  pada hadits ke-7: (لا ينظر الله إلى عبد يوم القيامة يجر إزاره خيلاء)</li>
<li>Orang yang musbil tapi tanpa rasa sombong dalam hatinya. Orang yang keadaannya seperti ini juga mendapat ancaman hukuman (meskipun tidak termasuk dosa besar) karena ia masuk dalam sabda Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> pada hadits ke-3: (ما كان أسفل من الكعبين فهو في النار) Intinya kedua kelompok ini tidak lepas dari ancaman hukuman yang tidak ringan. Siapakah dari kita yang tidak ingin dirinya selamat dari ancaman siksaan Allah yang maha pedih siksanya?</li>
</ul>
</li>
<li>terdapat keterkaitan yang sangat erat antara isbal dengan rasa sombong sebagaimana sabda Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em> pada hadits ke-6: (وإياك وإسبال الإزار, فإنها من المخيلة, وإن الله لا يحب المخيلة) renungkanlah sabda beliau <strong>“karena sesungguhnya isbal adalah termasuk perbuatan sombong”</strong>, semoga Allah melapangkan hati kita sehingga mudah menerima <em>qoulul haq</em> ini.</li>
<li>Bentuk betis yang kurang menarik menurut persepsi kita bukanlah suatu alasan untuk melanggar larangan isbal ini, sebagaimana kisah ‘Amr bin Fulan (lihat hadits ke-8)</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebagian orang membolehkan isbal dengan alasan bahwa larangan tersebut adalah khusus bagi mereka yang sombong?</strong> Kita katakan:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari sisi nash hadits</strong>: coba renungkan sabda rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> pada hadits ke-3:  (ما كان أسفل من الكعبين فهو في النار)  (من جر إزاره بطرا لم ينظر الله إليه) <em>Apa yang lebih rendah dari mata kaki maka ia di neraka. (sedang) barangsiapa yang menyeret sarungnya karena takabur maka Allah tidak melihat kepadanya</em><em> (pada hari kiamat). </em>Dalam hadits ini Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> membedakan dua perbuatan yang berbeda dengan dua ancaman hukuman yang berbeda pula.</p>
<table style="text-align:justify;" dir="rtl" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="309" valign="top">
<p align="center"><strong>Hukuman</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="252" valign="top">
<p align="center"><strong>Pelanggaran</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="309" valign="top">
<p style="text-align:left;">Ancaman neraka</p>
</td>
<td width="252" valign="top">
<p style="text-align:left;">Isbal dengan tanpa rasa sombong</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="309" valign="top">
<p style="text-align:left;">Tidak dilihat Alloh pada hari kiamat, tidak dibersihkan dari dosanya, dan siksa yang pedih baginya</p>
</td>
<td width="252" valign="top">
<p style="text-align:left;">Isbal dengan disertai rasa sombong</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;">Jadi, tidak bisa kita katakan bahwa ancaman itu khusus bagi mereka yang isbal dengan rasa sombong.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Coba renungkan uraian berikut ini…!</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau saja ada seorang bapak mengatakan kepada anaknya: “Janganlah sekali-kali kamu merokok! Kalau kamu ketahuan merokok, maka hukumannya adalah tidak kuberi uang jajan selama seminggu. Apalagi kalau kamu merokok sambil mejeng di mall, maka hukumannya adalah akan ku usir dari rumah ini!</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang kita pahami dari  larangan bapak ini, bolehkah kita mengatakan bahwa hukuman merokok tersebut hanya berlaku ketika si anak mejeng di mall saja? Tentunya tidak!</p>
<p style="text-align:justify;">Kami yakin, semua orang paham bahwa bapak ini menginginkan dua hukuman yang berbeda untuk dua pelanggaran yang berbeda pula.</p>
<table style="text-align:justify;" dir="rtl" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td width="309" valign="top">
<p align="center"><strong>Hukuman</strong><strong> </strong></p>
</td>
<td width="252" valign="top">
<p align="center"><strong>Pelanggaran</strong><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="309" valign="top">
<p style="text-align:left;">Stop uang jajan selama seminggu</p>
</td>
<td width="252" valign="top">
<p style="text-align:left;">Merokok di tempat selain mall</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="309" valign="top">
<p style="text-align:left;">Diusir dari rumah</p>
</td>
<td width="252" valign="top">
<p style="text-align:left;">Merokok di mall</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align:justify;">Maka terapkanlah pemahaman ini pada hadits-hadits tersebut di atas karena tidak ada perbedaan antara keduanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari uraian di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa:</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Bagi mereka yang isbal dengan tanpa rasa sombong maka hukumanya adalah neraka.</li>
<li>Sedang bagi mereka yang isbal dengan rasa sombong maka hukumanya adalah Alloh tidak bicara dengan mereka pada hari kiamat, tidak melihat  mereka, tidak membersihkan dosa mereka dan siksa yang pedih untuk mereka, sebagaimana tertera pada hadits pertama.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dari sisi logika:</strong> ketika Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> mengingkari perbuatan sebagian sahabatnya yang isbal.</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Seandainya perbuatan itu diperbolehkan oleh Islam tentu saja Rasul <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> tidak mengingkarinya.</li>
<li>Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> langsung mengingkari perbuatan isbal tersebut, tanpa menanyakan dulu kepada sahabat yang diingkarinya, apakah ada rasa sombong dalam hatinya atau tidak? Ini menunjukkan bahwa ada dan tidaknya rasa sombong ketika isbal, tidak berpengaruh pada ke-haram-an perbuatan isbal tersebut.</li>
<li>Pantaskah kita <em>su’udh dhon</em> kepada para sahabat yang diingkari Rasul <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em>ketika isbal, seperti ibnu umar, sufyan bin suhail dan ‘amr bin fulan, dengan mengatakan bahwa mereka semua pada saat itu melakukan isbal dengan rasa sombong! Sedang di sisi lain kita <em>husnudh dhon</em> kepada orang-orang zaman sekarang yang isbal ria, dengan kita katakan tidak ada kesombongan dalam hati mereka??? Wallahul musta’an.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebagian orang melegalkan isbal dengan menyamakan (baca: mensejajarkan) dirinya dengan Abu Bakar yang sarungnya terjulur tanpa ada keinginan dari beliau sendiri.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kita katakan:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Perbuatan beliau ini bukanlah karena keinginan beliau untuk ber-isbal. Para ulama menjelaskan sebabnya adalah karena terlalu rampingnya badan beliau, sehingga ikatan sarungnya selalu kendur ketika digunakan untuk berjalan atau kerja yang lainnya.</li>
<li>Juluran sarungnya Abu Bakar ini tidak terjadi pada seluruh bagian sarung, tetapi hanya terjadi pada salah satu sisinya saja, sebagaimana lafal haditsnya (إنه يسترخي [أحد شقي] إزاري)</li>
<li>Perbuatan abu bakar ini tidak terjadi secara terus-menerus, tetapi hanya terjadi kadang-kadang saja, sebagaimana lafal haditsnya (إنه يسترخي [أحد شقي] إزاري أحيانا)</li>
<li>Abu bakar selalu menjaga sebisa mungkin agar sarungnya tidak terjulur, sebagaimana lafal hadits tersebut [إلا أن أتعاهد ذلك منه]</li>
<li>Seandainya saja isbalnya abu bakar ini terjadi pada kedua sisi sarungnya, dilakukan terus menerus, dan atas kehendaknya (dan ini semua tidak mungkin terjadi), maka sesungguhnya <em>istidlal </em>dengan perbuatan Abu Bakar untuk melegalkan isbal adalah <em>istidlal</em> yang sangat lemah –wallahu a’lam- karena beberapa alasan:
<ul>
<li>Ini adalah <em>istidlal</em> dengan perbuatan (<em>istidlal bil fi’li</em>), padahal disana ada ucapan yang jelas melarang perbuatan ini, maka yang harus didahulukan adalah dalil yang berupa ucapan (<em>dalil qouliy</em>) yang jelas-jelas melarang isbal.</li>
<li>Banyaknya kemungkinan dan penafsiran dari para ulama yang berbeda-beda mengenai perbuatan abu bakar ini, sehingga menjadikan semakin lemahnya <em>dalil fi’liy</em> ini.</li>
<li>Banyaknya perbedaan antara isbalnya abu bakar -kalau saja bisa dikatakan seperti itu- dengan isbalnya orang zaman sekarang ini.</li>
<li>Sungguh sangat <em>sembrono</em> orang yang mensejajarkan dirinya ketika ber-isbal dengan umat Rasulullah <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em>yang paling mulia ini. Tidakkah orang tersebut berusaha mencontoh perbuatan Abu bakar –<em>rodhiallahu’anhu</em>- dalam hal ibadahnya, amar ma’ruf nahi munkarnya, dakwahnya kepada tauhid dan amal-amal ibadah lainnya??? Atau kalau mereka mau komitmen dengan keinginan mencontoh perbuatan abu bakar ini, seharusnya mereka mencontohnya dengan seratus persen, seperti misalnya hanya menjulurkan sebagian sisi sarung saja, hanya kadang-kadang saja dan tidak terus menerus, juga sebisa mungkin menjaganya agar sarungnya tidak terjulur…..!</li>
<li>Tidak diragukan lagi tingkatan kita tentunya jauh sekali di bawah generasi sahabat, apalagi dibandingkan dengan sahabat Ibnu Umar, Sufyan bin Suhail dan ‘Amr bin Fulan! Jika kepada mereka saja rasul <em>-shollallohu alaihi wasallam- m</em>engingkari perbuatan isbal itu, bagaimana seandainya perbuatan isbal itu muncul dari kita, orang yang jauh sekali di bawah mereka, tentunya kita <em><strong>lebih pantas</strong> </em>untuk tidak diperbolehkan melakukan isbal.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebab-sebab dilarangnya isbal telah dijelaskan oleh para ulama, diantaranya:</strong></p>
<ol style="text-align:justify;">
<li>Karena dalam isbal terdapat isrof (mengahambur-hamburkan harta) yang dilarang.</li>
<li>Karena adanya tasyabbuh (menyerupai) wanita, dan rasul <em>-shollallohu alaihi wasallam- </em> melaknat laki-laki yang meniru wanita, baik dalam gaya maupun pakaiannya.</li>
<li>Karena tidak aman \ sulit menjaganya dari najis.</li>
<li>Karena isbal adalah pertanda kesombongan, dan Allah tidak menyukai perbuatan sombong.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Jika kita renungi sebab-sebab dilarangnya perbuatan isbal yang disebutkan oleh para ulama ini, ternyata kita dapati sebab-sebab tersebut tidak khusus bagi mereka yang ber-isbal dengan rasa sombong, tetapi terdapat pula pada mereka yang ber-isbal tanpa rasa sombong, ini menunjukkan bahwa perbuatan isbal ini merupakan perbuatan yang terlarang, baik kita lakukan dengan rasa sombong ataupun tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari hadits-hadits ini juga terdapat pelajaran berharga tentang tingginya nilai-nilai islam, ia benar-benar agama yang lengkap dan mencakup segala sisi kehidupan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah tulisan ini kami susun, penulis yakin semua yang telah kami utarakan telah banyak diketahui oleh para pembaca, tapi tidak lain tujuan kami hanya ingin mengamalkan firman ilahi  {وذكر فإن الذكرى تنفع المؤمنين}<strong> </strong>juga sabda Rasul <em>-shollallohu alaihi wasallam-</em> (الدين النصيحة). Semoga usaha yang sedikit ini menjadi amal yang ikhlas hanya karena wajah Allah swt, dan semoga tulisan ini bermanfaat dalam kehidupan kita, amin.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>والحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات وسبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين</strong></p>
<hr size="1" />
<p style="text-align:justify;"><a href="http://addariny.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref1">[1]</a> Sejenis baju dari qibth (nama sebuah daerah di mesir) terbuat dari katun tipis dan putih (lih. An-nihayah)</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://addariny.wordpress.com/wp-admin/#_ftnref2">[2]</a> Hullah adalah pakaian yang terdiri dari dua potong: sarung dan rida’ jika terbuat dari satu jenis. dan siyaro adalah baju yang terdapat garis-garis dari sutra (lih. An-nihayah)</p>
<p style="text-align:justify;">sumber : www.salafiyunpad.wordpress.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abualbinjy.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abualbinjy.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abualbinjy.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abualbinjy.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abualbinjy.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abualbinjy.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abualbinjy.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abualbinjy.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abualbinjy.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abualbinjy.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abualbinjy.wordpress.com&blog=2203468&post=427&subd=abualbinjy&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abualbinjy.wordpress.com/2009/08/29/ada-apa-dibalik-isbal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b997580fff4c39766b343e740c8adfe7?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abualbinjy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>