Beranda > Tazkiyatun Nufus > Birul Walidain

Birul Walidain

Berikut adalah cuplikan kalimat dari ceramah Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas yang sangat menyentuh. Sewaktu mendengar beliau, sungguh telah membuat hati ini bergetar dan tanpa terasa meneteslah air mata. Ceramah ini tentang bagaimana baiknya ibu kita terhadap kita…
“Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun.
Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.
Dan dia telah menyusui dengan air susunya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya.
Dia utamakan dirimu atas dirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.
Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.
Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.
Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan ia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.
Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan dia haus.
Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu daripada ibumu.
Dan engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia buat.
Dan rasanya berat atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.
Dan engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.
Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.
Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘Ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.
Dan engkau akan di siksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.
Dan Allah akan membalas di akhirat dengan di jauhkan dari Allah Rabbul’aalamin.”
Subhanallah. sewaktu kecil ibu kita membersihkan kotoran kita dangan tangan kanannya padahal dari segi agama hal tersebut terlarang.
Semoga sedikit dari ceramah beliau dapat menggugah hatimu dan menyadari betapa penting peran seorang ibu.
Masih banyak cerita ttg kebaikan seorang ibu dan apa balasannya bagi anak yg berbakti, seperti cerita Uwais al Qarni, ummu umarah, wanita tali kekang kuda, Khansa (ibu para syuhada), ar-rabi’ah ar-ra’yi (ulama tabi’in), dll. cerita yg begitu menyentuh yang ada pada zaman sahabat Rasulullah.

Categories: Tazkiyatun Nufus
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.