Arsip

Arsip untuk April 26, 2008

Pendapat Imam Syafi’i Tentang Tauhid

April 26, 2008 abualbinjy 2 komentar

Oleh
Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais

[1]. Imam al-Baihaqi meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Sulaiman, katanya, Imam Syafi’i mengatakan : “Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut salah satu asma’ Allah, kemudian melanggar sumpahnya, maka ia wajib membayar kaffarat. Dan barangsiapa yng bersumpah dengan menyebut nama selain Allah, misalnya, “Demi Ka’bah”, “Demi ayahku” dan sebagainya, kemudian melanggar sumpah itu, maka ia tidak wajib membayar kaffarat.”
Read more…

Categories: Aqidah

Pendapat Imam Malik Tentang Tauhid

Oleh
Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais

[1]. Al-Harawi meriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang Ilmu Tauhid. Jawab beliau: “Sangat tidak mungkin bila ada orang menduga bahwa Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam mengajari umatnya tentang cara-cara bersuci tetapi tidak mengajari masalah tauhid. Tauhid adalah apa yang disabdakanNabi Shallalahu alaihi wa sallam, Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah)”.[1]

Maka sesuatu yang dapat menyelamatkan harta dan nyawa (darah) maka hal itu adalah tauhid yang sebenarnya. [2]
Read more…

Categories: Aqidah

Pendapat Imam Abu Hanifah Tentang Masalah Tauhid

Oleh
Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais

Pertama :
Aqidah beliau tentang tauhid (pengesaan Allah) dan tentang tawassul syar’i serta kebatilan tawassul bid’i.

[1]. Imam Abu Hanifah berkata : “Tidak pantas bagi seseorang untuk berdoa kepada Allah kecuali dengan asma’ Allah. Adapun do’a yang diizinkan dan diperintahkan adalah keterangan yang terambil. Dari firman Allah :

“ Artinya : Bagi Allah ada nama-nama yang bagus (al-asma’-ul-husna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma-ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang ilhad (tidak percaya) kepada asma Allah. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. “ [Al-A’raf:180] [1]
Read more…

Categories: Aqidah

Kesamaan ‘Aqidah Empat Imam

April 26, 2008 abualbinjy 1 comment

Oleh
Dr. Muhammad Abdurrahman Al-Khumais

Aqidah imam Empat, Abu Hanifah, Malik, Syafi’i, dan Ahmad. Adalah yang dituturkan oleh al-Qur’an dan Sunnah Nabi, sesuai dengan apa yang menjadi pegangan para sahabat dan tabi’in. Tidak ada perbedaan di antara mereka dalam masalah ushuluddin. Mereka justru sepakat untuk beriman kepada sifat-sifat Allah, bahwa al-Qur’an itu dalam Kalam Allah, bukan makhluk dan bahwa iman itu memerlukan pembenaran dalam hati dan lisan.
Read more…

Categories: Aqidah

Dzikir, Membantu Meringankan Masalah

Allah Ta’ala berfirman :
 وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
Dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (QS Thaha/20:14).
 
Sesungguhnya dzikir yang dikerjakan seorang hamba merupakan tujuan penciptaan dirinya dan menjadi penyebab bagi kebaikan dan keberuntungannya. Orientasi dari pelaksanaan shalat adalah membidik tujuan luhur di atas. Seandainya tidak ada shalat yang menjadi kewajiban kaum Mukminin yang berulang-ulang dalam sehari semalam untuk mengingatkan mereka kepada Allah, memperhatikan bacaan al Qur`an, melantunkan sanjungan bagi Allah, berdoa kepada-Nya, menunjukkan ketundukan kepada-Nya yang merupakan ruh dzikir, seandainya tidak ada kenikmatan-kenikmatan semacam ini, niscaya kaum Mukminin akan masuk dalam kategori kaum ghafilin (lalai).
Dzikir, selain merupakan tujuan penciptaan para makhluk dan ibadah-ibadah, pada intinya adalah untuk mengingat Allah. Dzikir juga dapat membantu seorang hamba untuk mengerjakan amalan-amalan ketaatan walaupun berat, membantu dalam menghadapi orang-orang yang berperilaku diktator, juga pekerjaan menjadi tidak berat baginya. (Dzikir) juga meringankan (beban)nya saat berdakwah menyeru kepada Allah Ta’ala .
 
Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman : 
كَيْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا . وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا
 
Supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak mengingat Engkau. (QS Thaha/20:33-34).
 
Dan firman-Nya:
 اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي وَلا تَنِيَا فِي ذِكْرِي
Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku. (QS Thaha/20:42).
 
Taisirul-Lathifil-Mannan fi Khulashati Tafsiril-Qur`an,
karya Syaikh ‘Abdur-Rahman bin Nashir as-Sa’di (1307-1376 H),
Cetakan III Tahun 1414 H, halaman 185.
Categories: Tazkiyatun Nufus