Arsip

Arsip untuk Maret, 2008

Perbedaan Nabi dan Rasul

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : ‘Apakah terdapat perbedaan antara Nabi dan Rasul .?”
Read more…

Categories: Fatwa Ulama

Pengertian Iman Menurut Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Bagaimana pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah .? Apakah Iman itu bisa bertambah atau berkurang .?”
Read more…

Categories: Fatwa Ulama

Tegar Di Atas Manhaj Salaf

Oleh
Ibnu Luqman Al-Atsari

Di tengah derasnya gelombang fitnah akhir zaman yang ditandai dengan bermunculannya jama’ah-jama’ah Islam, maka tegar di atas manhaj salaf adalah suatu kemestian.

Jama’ah-jama’ah Islam yang ada mengklaim bahwa merekalah yang paling benar. Mereka mengaku bahwa mereka mengikuti Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi pada prakteknya mereka jauh dari pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah yang benar.

Read more…

Categories: Manhaj

Manhaj Para Rasul Dalam Berdakwah Kepada Allah (bag-2)

[3]. Termasuk Manhaj Dakwah Para Nabi Adalah Mendahulukan Yang Terpenting, Kemudian Yang Penting (Membuat Skala Prioritas).
Berdasarkan hal ini, kita melihat para nabi memulai dakwah mereka dengan tauhid. Mereka memulai dengan hal-hal yang mendasar, tidak memulai dari atap, karena orang yang memulai membangun dari atap sebelum fondasi, maka atap itu akan menjatuhi mereka.
Read more…

Categories: Dakwah

Manhaj Para Rasul Dalam Berdakwah Kepada Allah (bag-1)

Oleh
Syaikh DR. Muhammad bin Musa Alu Nashr

Saya jelaskan beberapa point penting diantaranya.

[1]. Diantara Tanda Manhaj Dakwah Para Nabi Yang Jelas Adalah Ikhlas
Mereka ikhlas berdakwah dengan hanya mencari wajah Allah. Ikhlas merupakan ruh amal shalih, sedangkan dakwah kepada Allah merupakan amal shalih dan ketaatan yang paling utama yang bisa mendekatkan seorang da’i kepada Allah. Demikian Allah memerintahkan kita berbuat ikhlas.
Read more…

Categories: Dakwah

Pengertian Bid’ah,Macam-macam Bid’ah dan hukum-hukumnya

Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

PENGERTIAN BID’AH

Bid’ah menurut bahasa, diambil dari bida’ yaitu mengadakan sesuatu tanpa ada contoh. Sebelumnya Allah berfirman.

Read more…

Categories: Bid'ah

Sunnah-Sunnah Yang Terlupakan (bag.2)

13. Dzikir-Dzikir Adzan

(1). Membaca seperti apa yang diucapkan muadzdzin kecuali pada kalimat “hayya ‘alash shalaah” dan “hayya ‘alal falaah” maka mengucapkan: لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. (HR. Al-Bukhariy 1/152 dan Muslim 1/288)

(2). Mengucapkan:

 

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاً، وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا

Read more…

Categories: Fiqih

Sunnah-Sunnah Yang Terlupakan (bag.1)

Tidaklah Islam itu kecuali kumpulan dari sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika semua sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam baik aqidah, ibadah, akhlak, ucapan, perbuatan ataupun ketetapannya dikumpulkan (dilaksanakan) maka akan tergambarlah Islam yang sempurna. Sebaliknya ketika ummat Islam meninggalkan sunnah-sunnah beliau sedikit demi sedikit berarti Islam akan hilang sedikit demi sedikit. Sebagaimana dikatakan oleh ‘Abdullah Ad-Dailamiy, “Sesungguhnya pertama kali hilangnya agama (Islam) adalah dengan ditinggalkannya sunnah. Agama ini akan hilang sesunnah demi sesunnah sebagaimana lepasnya tali seutas demi seutas.” (Al-Lalika`iy 1/93 no.127, Ad-Darimiy 1/58 no.97 dan Ibnu Wadhdhah di dalam Al-Bida’ wan Nahyu ‘anha:73, lihat Lammud Duril Mantsuur minal Qaulil Ma`tsuur hal.21)

  Read more…

Categories: Fiqih

Mengenal Tanda Munafik

Mukaddimah

Kajian kali ini merupakan kajian yang sangat penting dimana kita senantiasa berinteraksi dengan permasalahannya, apa itu? silahkan baca selanjutnya!!

Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga: bila berbicara, ia berdusta; bila berjanji, ia mengingkari; dan bila diberi kepercayaan (amanah), ia berkhianat.” Muttafaqun ‘alaih.

Dari hadits Abdullah bin Umar disebutkan, “Dan bila berselisih, ia berbuat fajir.”

Read more…

Categories: Hadits

Mengapa Harus Bermanhaj Salaf..??

Penulis: Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al Atsari
Syariah, Manhaji, 05 – Juli – 2003, 06:07:10

Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.

Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj () dan salaf (). Manhaj () dalam bahasa Arab sama dengan minhaj (), yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).

Read more…

Categories: Manhaj